Berita

Kebakaran Melonjak, Damkar Garut Absen dari Panggung HUT ke-81Republik Indonesia

×

Kebakaran Melonjak, Damkar Garut Absen dari Panggung HUT ke-81Republik Indonesia

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyerahkan secara simbolis satu unit Kendaraan Unit Pancar Pemadam Kebakaran (Damkar) terbaru dalam apel gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (29/12/2025).

GOSIPGARUT.ID — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut memilih tidak ikut meramaikan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Personel Damkar dibebaskan dari tugas upacara, lomba, defile, hingga agenda seremonial lain. Mereka diminta tetap siaga menghadapi lonjakan kebakaran, terutama kebakaran lahan, yang terjadi di tengah musim kering.

Keputusan itu menunjukkan perubahan prioritas pemerintah daerah. Perayaan kemerdekaan tetap berjalan, tetapi pasukan pemadam kebakaran harus berada di pos dan siap bergerak ketika api mengancam permukiman, lahan, maupun harta benda warga.

Asisten Daerah III Sekretariat Daerah Kabupaten Garut sekaligus Wakil Ketua I Panitia Hari Besar Nasional Kabupaten Garut, Margiyanto, mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan Bupati Garut. Pemerintah melihat jumlah petugas dan pos pemadam yang terbatas tidak sebanding dengan kebutuhan penanganan kebakaran yang meningkat.

“Karena angka kebakaran saat ini sedang tinggi, terutama kebakaran lahan, sementara jumlah petugas serta Pos Damkar kita terbatas, maka Bupati memberikan arahan agar Disdamkar jangan dibebani oleh tugas-tugas lain di luar fungsi utamanya,” ujar Margiyanto.

Baca Juga:   Aksi Damkar Garut Hebohkan Apel Pemkab: Dari Padamkan Api Pakai Jari hingga Rawat Kucing untuk Redam Stres

Menurut Margiyanto, personel Damkar harus berkonsentrasi pada tugas penyelamatan. Keterlibatan dalam kegiatan seremonial dikhawatirkan mengurangi kesiapan mereka ketika terjadi keadaan darurat.

“Keselamatan masyarakat jauh lebih utama daripada acara lainnya. Tugas dan fungsi utama pemadam kebakaran dalam menangani bencana harus menjadi prioritas tertinggi,” kata dia.

308 Kebakaran Sepanjang 2026

Data Disdamkarmat Kabupaten Garut memperlihatkan alasan di balik keputusan tersebut. Hingga 11 Agustus 2026 pukul 24.00 WIB, tercatat 308 kejadian kebakaran. Sebanyak 290 kejadian atau 94,16 persen telah ditangani.

Kebakaran lahan menjadi perhatian utama. Sebanyak 135 kejadian yang tercatat merupakan kebakaran lahan, sedangkan 155 lainnya berupa kebakaran non-lahan.

Pada Agustus saja, dalam 11 hari pertama, sudah terjadi 46 kebakaran. Sebanyak 43 di antaranya merupakan kebakaran lahan. Artinya, hampir seluruh kejadian kebakaran pada awal bulan ini terjadi di area lahan.

Baca Juga:   Dukung Gerakan Pangan Murah, PTPN Group Siap Distribusikan Beras SPHP di 300 Titik Seluruh Indonesia

Juli menjadi periode paling buruk. Sebanyak 116 kebakaran terjadi dalam satu bulan. Rinciannya, 81 kebakaran lahan dan 35 kebakaran non-lahan.

Wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi adalah Kecamatan Malangbong dengan 21 kasus. Pameungpeuk menyusul dengan 18 kasus. Garut Kota dan Tarogong Kaler masing-masing mencatat 17 kejadian.

Untuk kebakaran lahan, Pameungpeuk berada di posisi teratas dengan 13 kasus. Malangbong dan Tarogong Kaler masing-masing mencatat 12 kejadian.

Sisa Pembakaran Jadi Pemicu Utama

Disdamkarmat juga mencatat faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kebakaran. Sisa pembakaran sampah atau lahan menjadi pemicu terbesar dengan persentase 27,60 persen. Korsleting listrik berada di urutan berikutnya dengan 26,62 persen.

Data itu memperlihatkan bahwa sebagian kebakaran bukan semata dipicu kondisi alam. Aktivitas manusia turut meningkatkan risiko, terutama ketika lahan dalam kondisi kering.

Karena itu, pemerintah daerah memilih menempatkan personel dan armada Damkar dalam status siaga penuh. Mereka tidak hanya dituntut cepat memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan jiwa dan mencegah kebakaran meluas.

Baca Juga:   Telkom Indonesia Inisiasi Forum Strategi Branding untuk UMKM dan Komunitas Kreatif di Jogja

Keputusan membebastugaskan Damkar dari agenda HUT RI menjadi langkah yang tidak biasa. Pada tahun-tahun sebelumnya, personel Damkar justru menjadi bagian penting dalam perayaan kemerdekaan.

Dengan Pakaian Dinas Lapangan, mereka kerap tampil sebagai pasukan upacara. Armada pemadam juga hadir dalam defile dan karnaval. Peralatan rescue hingga ular berukuran besar hasil evakuasi menjadi atraksi yang ditunggu warga.

Tahun ini pemandangan itu tak akan terlihat. Pemerintah Kabupaten Garut memilih menukar panggung perayaan dengan pos pemadam.

Di tengah 308 kejadian kebakaran sepanjang tahun ini, keputusan tersebut menegaskan satu hal: bagi Damkar Garut, perayaan kemerdekaan tahun ini bukan soal tampil di depan massa, melainkan memastikan warga tetap aman ketika api datang. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *