GOSIPGARUT.ID — Api melahap sekitar tiga hektare lahan kosong milik PT Changshin Reksa Jaya di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Rabu, 12 Agustus 2026. Kebakaran yang diduga dipicu sisa pembakaran itu berlangsung selama hampir empat jam sebelum petugas memastikan api sepenuhnya terkendali.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 16.20 WIB. Kobaran api menyebar di lahan terbuka yang kering. Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan untuk mencegah api merambat ke area perusahaan.
Lima unit armada pemadam diterjunkan. Unit tersebut berasal dari Mako Disdamkarmat Garut dan Pos Leles. Operasi diperkuat personel TNI Angkatan Darat dari Kodim 0611/Garut dan Denbekang Garut.
Petugas tidak hanya memadamkan titik api. Mereka juga melakukan penyekatan agar kobaran tidak menjalar ke kawasan yang memiliki aset perusahaan.
Upaya itu berhasil. Api dapat dilokalisasi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aset utama PT Changshin Reksa Jaya juga dilaporkan selamat dari kobaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan proses pemadaman dan pendinginan selesai sekitar pukul 20.00 WIB.
“Alhamdulillah, penanganan selesai sekitar pukul 20.00 WIB dan lokasi sudah masuk status hijau atau terkendali setelah pemadaman serta pendinginan rampung,” kata Usep.
Meski api telah padam, nilai kerugian belum diketahui. Penghitungan masih dilakukan terhadap lahan yang terbakar.
Penyebab kebakaran juga belum dapat dipastikan secara final. Informasi awal di lapangan menyebut api diduga berasal dari sisa pembakaran di area lahan kosong milik perusahaan.
Dugaan itu menjadi perhatian karena kebakaran terjadi saat kondisi wilayah Garut memasuki musim kemarau. Vegetasi dan lahan yang mengering membuat api lebih mudah menyebar.
Usep meminta masyarakat dan pengelola kawasan tidak menganggap remeh aktivitas yang menghasilkan api di lahan terbuka. Ia menyebut kejadian kebakaran lahan di Garut tengah meningkat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah,” ujarnya.
Menurut Usep, kelalaian kecil dapat memicu kebakaran lebih luas ketika kondisi lahan kering. Karena itu, pengawasan terhadap area terbuka menjadi penting, terutama pada musim kemarau.
“Angka kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Garut saat ini sedang mengalami peningkatan,” kata dia.
Kebakaran di lahan PT Changshin menjadi salah satu peringatan mengenai meningkatnya risiko kebakaran lahan selama musim kering. Api kali ini berhasil dihentikan sebelum mencapai aset utama perusahaan. Namun luas area yang terbakar mencapai sekitar tiga hektare.
Disdamkarmat Garut mengingatkan masyarakat segera melaporkan keberadaan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Pencegahan dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko kebakaran meluas, terutama di kawasan lahan kosong dan area yang minim pengawasan. (Yan AS)



.png)



























