GOSIPGARUT.ID — Keberadaan radio masih diminati oleh sebagian orang di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Di daerah ini ada sebuah radio komunitas yang berdiri sejak tahun 1997 bernama Radio Rasi.
Radio ini menjadi salah satu media penyebar informasi bagi masyarakat. Terlebih ada beberapa daerah di Kecamatan Cisewu yang masih blank spot sehingga radio menjadi salah satu media alternatif yang cukup efektif dalam penyebarluasan informasi.
Salah satu pendiri Radio Rasi, Latif Rohyana (45), menuturkan, selama masa pandemi Covid-19, radionya dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya untuk pembelajaran dalam jaringan (daring). Hebatnya, penyiar untuk menyampaikan materi kepada siswa dilakukan langsung oleh guru yang mengajar di sekolah masing-masing.
“Cuman kemarin ketika pandemi sedang benar-benar segala sesuatunya tidak bisa dilaksanakan secara tatap muka. Kemudian kami mendatangi beberapa sekolah, siaran melalui radio. Jadi si siswa itu mendengarkan di rumahnya masing-masing, kemudian gurunya bersiaran di radio. Ada pembelajaran jarak jauh melalui radio komunitas,” ujar Latif.
Dihubungi di Studio Radio Rasi yang berlokasi di belakang Kantor Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, ia mengungkapkan pembelajaran melalui radio cukup efektif, dibandingkan dengan pembelajaran melalui group whatsapp. Karena ketika melalui radio para guru bisa menerangkan secara langsung materi ajar kepada siswanya.
“Awalnya mengapa mesti memilih radio, radio kan frekuensi. Pertama, tidak bayar artinya si siswa tinggal mendengarkan langsung di headset-nya melalui handphone atau radio yang dimiliki oleh orangtuanya,” ujar Latif.
Efeknya bagi anak-anak, lanjut dia, tidak ketinggalan dalam hal belajar, berbeda dengan yang sifatnya menggunakan aplikasi di mana mereka harus belajar melalui whatsapp group.
“Kan, diterimanya itu tidak terlalu efektif, kalau di radio kan mereka bisa mendengarkan secara langsung apa yang disampaikan oleh gurunya masing-masing, itu yang dipake,” ungkap Latif.
Ia menjelaskan, selama pembelajaran daring melalui radio ini, Rasi memfasilitasi kurang lebih 27 SD dan 2 SMP yang ada di Kecamatan Cisewu. Keberadaan Radio Rasi tentunya sangat membantu pembelajaran di masa pandemi. Terlebih, dengan adanya kebijakan dari pemerintah terkait pembatasan mobilitas masyarakat di luar rumah.
“Alhamdulillah kami membantu 27 SD, guru-gurunya siarannya bukan oleh penyiar tapi langsung oleh guru sebagai narasumbernya. Nah, kemudian pihak dari Rasi sendiri hanya memfasilitasi di opening dan closing saja, ke sananya selama satu jam pembelajaran itu langsung oleh gurunya. Lalu diikuti oleh tingkat SLTP, setelahnya SD. Kami pun melayani untuk tingkat SLTP untuk Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Garut dan SMPIT Purnama ikut bersiaran di sini,” ungkap Latif.
Ia menjelaskan, selain memfasilitasi pembelajaran daring, Radio Rasi juga selalu ikut serta dan memfasilitasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang diselenggararakan di Kecamatan Cisewu, sehingga masyarakat bisa mengetahui hasil dari Pilkades cukup di rumah saja dengan mendengarkan siaran dari Radio Rasi.
“Setiap kali yang namanya Pilkades di Cisewu insha Allah kami siarkan secara langsung. Nah, nantinya apalagi di masa pandemi kemarin, pencoblosan kan waktunya hanya sebentar, jadi mereka tidak berkerumun di satu tempat. Kan biasanya di TPS nih berkumpul, tapi (dengan adanya siaran Radio Rasi) mereka mendengarkan pengumuman hasil suara itu di radio,” tutur Latif.
Guna mempertahankan eksistensinya, lanjut dia, kini pihaknya mulai memanfaatkan live streaming melalui media sosial, khususnya Facebook, selain mengudara melalui frekuensi 107,8 FM.
“Artinya kita bisa bersiaran di dua frekuensi, itu untuk mengimbangi perkembangan di zaman hari ini,” lanjutnya.
Latif berharap Radio Rasi bisa melayani masyarakat dan membantu pemerintah, khususnya dalam hal pemberdayaan informasi terhadap masyarakat. “Kami pun ikut membantu pemerintah menyampaikan informasi-informasi yang memang wajib disampaikan oleh pemerintah ke masyarakat,” tandasnya.
Kepala Seksi Kemitraan Informasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika, Yanyan Agus Supianto, saat bertandang ke studi supermini berukuran 1 m x 1,5 metar, mengapresiasi radio komunitas yang turut membangun daerahnya melalui penyebaran informasi, setidaknya informasi perkembangan pembangunan di Kabupaten Garut bisa peroleh di daerah.
“Hingga saat ini kami intens mengirim rilis yang kami produksi ke radio-radio komunitas di Kabupaten Garut, sebagai wujud tanggung jawab kami dalam penyebaran informasi di masyarakat,” tuturnya. (Yan AS)



.png)
















