oleh

Sejumlah Ruas Jalan di Garut Ditutup, Siswa Terpaksa Jalan Kaki ke Sekolah karena Tak Ada Angkot

GOSIPGARUT.ID — Sejumlah ruas jalan di Kabupaten Garut ditutup sementara untuk umum karena akan digunakan untuk kejuaraan nasional balap sepeda ICF National Championship 2021. Dampak dari penutupan itu, angkutan perkotaan (angkot) tidak beroperasi sementara.

Sejumlah sekolah yang ada di kawasan perkotaan, diketahui memilih melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), namun ada juga sekolah yang diketahui tidak meliburkan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Siswa yang sekolahnya menggelar PTM, memilih berjalan kaki untuk sampai ke sekolah karena ketiadaan angkot.

Salah satu siswa madrasah tsanawiyah swasta di Garut yang memilih berjalan kaki ke sekolahnya adalah Ilman (14), asal Kecamatan Tarogong Kaler. Ia rela berjalan kaki karena tidak adanya angkot yang biasa ia gunakan untuk sampai ke sekolah di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.

Baca Juga:   Berlakukan Pembatasan Gerak Warga, Garut Akan Tutup Sejumlah Ruas Jalan

“Ya cape sih pastinya, tapi daripada ngorbanin ga belajar mendingan cape,” ucapnya.

Ilman mengaku bahwa setidaknya ia harus berjalan lebih dari 2 kilometer dari rumahnya untuk sampai ke sekolah tempatnya belajar. Oleh karena itu, ia pun sebelumnya memilih berangkat lebih cepat agar bisa sampai ke sekolah sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

Siswa lainnya, Raihan (17) mengaku bahwa ia juga harus jalan kaki cukup jauh untuk sampai ke sekolahnya di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul. “Tadi berangkat dari rumah pukul 06:30. Biar saya jalan kakinya ga rusuh,” katanya.

Baca Juga:   Seorang Anggota DPRD Garut Meninggal Dunia Setelah Terpapar Covid-19

Raihan menyebut bahwa dirinya bersekolah di salah satu madrasah aliyah swasta di wilayah Tarogong Kidul. Pihak sekolah menurutnya tidak meliburkan kegiatan PTM, namun saat tidak bisa datang ke sekolah tidak menjadi masalah.

“Tapi kalau saya sama teman-teman lebih memilih belajar di sekolah daripada PJJ. Kalau belajar di rumah tidak fokus. Lagian baru juga PTM beberapa kali, masa gara-gara ada balap sepeda harus PJJ lagi,” sebutnya.

Sejumlah sekolah di Kabupaten Garut diketahui lebih memilih menggelar PJJ sesuai surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Garut nomor 420/2008 – Disdik. Dalam surat tersebut, sejumlah sekolah yang ada di 12 kecamatan untuk menggelar PJJ karena adanya Kejurnas Balap Sepeda.

Baca Juga:   Jelang Idul Adha 1441 H, Omzet Penjualan Sapi di Garut Naik 10 Persen

Dalam surat edaran tersebut, Kejurnas Balap Sepeda diketahui dimulai dari pusat Kota Garut – Jalan Ahmad Yani – Jalan Suci – Karangpawitan – Wanaraja – Pangatikan – Simpang 3 Cihuni – Sukawening – Alun-alun Cibatu – Rel KAI Leuwigoong – Simpang 3 Polsek Leuwigoong – Simpang 3 Sarkanjut – Leles – Alun-alun Tarogong – Simpang 3 Samarang – Simpang 3 Palnunjuk Samarang – Pasirwangi – Darajat.

Dengan rute tersebut, setidaknya ada sejumlah sekolah yang diminta Dinas Pendidikan untuk menggelar PJJ. Sekolah-sekolah itu berada di 12 kecamatan, yaitu Garut Kota, Karangpawitan, Wanaraja, Pangatikan, Sukawening, CIbatu, Leuwigoong, Leles, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Samaranga, dan Pasirwangi. (Mrdk)

Komentar

Berita Terkait