Berita

Para Camat di Garut Diminta Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi

×

Para Camat di Garut Diminta Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
Bupati Rudy Gunawan memberikan arahan kepada para Camat se-Kabupaten Garut, terkait dengan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (Foto: Deni Seftyan)

GOSIPGARUT.ID — Bupati Rudy Gunawan menginstruksikan para camat di Kabupaten Garut untuk siap siaga menghadapi bencana hidrometeorologi. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bogor telah memberikan peringatan dini terkait cuaca ektrem yang akan terjadi di Kabupaten Garut.

Rudy mengatakan, pihaknya telah menerima peringatan dari BMKG berkaitan aka terjadi curah hujan yang cukup ekstrem di daerahnya. “Jadi kami sudah mengadakan rapat koordinasi dengan para camat, semua harus mempersiapkan kemungkinan bencana. Karena kami mendapatkan peringatan bahwa akan ada curah hujan yang ekstrim,” kata dia, melalui keterangan resmi, Kamis (16/9/2021).

Rudy mengungkapkan, pihaknya akan melakukan segala persiapan untuk mengatasi segala kemungkinan bencana di Kabupaten Garut pada musim hujan. Sebab, Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi terjadinya bencana hidrometeorologi yang cukup tinggi.

Baca Juga:   BKD Garut Sebut CPNS 2024 Diprioritaskan untuk Lulusan Baru Perguruan Tinggi

“Mulai dari banjir bandang, longsor, pergerakan tanah, dan juga mungkin hal lain, harus diantisipasi,” ujar dia.

Rudy juga mengimbau kepada masyarakat segera menyelamatkan jiwa jika terjadi bencana. Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor kepada aparat apabila terdapat tanda-tanda kejadian bencana.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum, mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada dalam mengahadapi bencana. Sebab, di beberapa daerah sudah mulai bencana banjir dan tanah longsor. “Dalam musim hujan ini, saya harap semua harus waspada. Bukan hati-hati lagi, tapi waspada dengan perubahan cuaca,” kata dia.

Baca Juga:   1000 Lebih Pasutri di Garut Belum Miliki Akta Nikah, Pemkab Sudah Fasilitasi 513 Lewat Isbat

Uu juga mengingatkan masyarakat melakukan bersih-bersih di lingkungan sekitarnya sebagai upaya mengantisipasi kejadian bencana. Membersihkan lingkungan, menurut dia, tak perlu menunggu instruksi pemerintah.

Uu menambahkan, masyarakat yang rumahnya berada di lerang atau tebing juga harus lebih waspada. Ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana disarankan untuk mengungsi, mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan.

Baca Juga:   KB-RA IT Impianku Malang Raih Gold Stevie® Awards 2025 untuk Dampak Sosial Terbaik se-Asia Pasifik

“Sementara untuk penanganan jangka panjang, saya meminta agar ekosistem lingkungan hidup tak sembarangan dirusak. Jangan menebang sembarangan demi pembangunan,” kata dia. (ROL)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *