oleh

Dua Kampung Terisolasi di Pamulihan Akan Segera Terhubung Jalan Mobil

GOSIPGARUT.ID — Warga Kampung Pasirgaru dan Ciangkrong, Desa Garumukti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, tidak lama lagi bisa menikmati sarana infrastruktur jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat. Rencananya jalan sepanjang 6,7 kilometer akan segera dibangun akhir tahun ini.

“Tahap pertama pembangunan jalan itu baru sepanjang 1,8 kilometer. Nantinya warga Kampung Ciangkrong yang ada kepentingan ke luar kampung atau ke kantor pemerintahan dan fasilitas kesehatan, bisa lebih mudah dan bisa menekan biaya transportasi,” kata Kepala Desa Garumukti, Ede Sukmana saat meninjau pengukuran jalan oleh UPT PUPR Pamulihan bersama Kapolsek Pamulihan AKP Saep Balya, dan Camat Pamulihan Rabiul Awaludin belum lama ini.

Ia menjelaskan, jalan Pasirgaru-Ciangkrong menghubungkan dua kampung dan dua desa, yakni Garumukti dan Panawa. Selama ini, jalan tersebut hanya berupa tanah dan bebatuan dengan konstur naik turun dan rawan longsor, sehingga menyulitkan kendaraan yang lewat terutama saat musim hujan dan mengakibatkan tingginya biaya transportasi.

Baca Juga:   Upaya Warga dan Polres Garut Meminimalisir Kecelakaan di Tanjakan Panganten

“Kami sangat bersyukur Pemerintah Kabupaten Garut mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan di Desa Garumukti, sehingga bisa meringankan beban masyarakat yang selama ini seolah terisolir karena buruknya akses jalan dan konstur tanah yang sering ambrol tergerus longsor,” ujar Ede.

“Kami Pemerintah Desa Garumukti sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Bupati Garut untuk membangun jalan di Desa Garumukti, meski belum seluruhnya dibangun tapi sedikitnya bisa membantu meringankan beban masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga:   Pemkab Garut Siap Bangun Jalan Menuju Gerbang Tol Cigatas

Warga Kampung Ciangkrong, kata Ede, mayoritas bertani. Jika membeli pupuk misalnya harus mengeluarkan ongkos hingga Rp3 juta untuk menyewa mobil pick up. Tetapi jika jalan sudah dibangun nantinya ongkos tersebut bisa ditekan hingga tiga perempatnya karena akses jalan yang mudah dilalui.

“Karena buruknya akses jalan pula banyak warga kampung Ciangkrong lebih memilih bersekolah ke desa terdekat, yakni Panawa karena jalan sudah mulus dan mudah dilalui. Jika ke Desa Garumukti atau ke Kecamatan Pamulihan bisa memakan waktu hingga empat jam perjalanan,” terangnya.

Baca Juga:   Kasus Stunting di Kabupaten Garut Ditemukan Bertambah

Kesulitan lain saat warga Kampung Ciangkrong harus berobat ke fasilitas kesehatan terpaksa ditandu atau menggunakan mobil operasional Polsek Pamulihan.

“Kesulitan lain yakni saat ada yang sakit dan harus dibawa ke faskes, mobil siaga desa seringkali tidak bisa melayani kebutuhan masyarakat yang akan berobat jika bersamaan karena wilayah yang berjauhan,” ucap Ede. (Respati)

Komentar

Berita Terkait