GOSIPGARUT.ID — Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur untuk Kabupaten Garut dan Tasikmalaya. Program itu mencakup pembangunan jembatan sederhana, jembatan gantung, penyediaan air bersih, bedah rumah tidak layak huni (RTLH), hingga pembangkit listrik mikrohidro.
Maruli mengatakan program tersebut akan dikerjakan melalui koordinasi TNI Angkatan Darat dengan pemerintah daerah, Kodim, kepolisian, dan Kejaksaan Tinggi. Pendataan kebutuhan infrastruktur akan menjadi tahap awal sebelum pengerjaan dilakukan.
“Jadi nanti kita akan data semua jembatan di daerah Garut dan Tasik, mudah-mudahan bisa kita penuhi semua, khususnya jembatan-jembatan yang sederhana,” kata Maruli kepada wartawan di kawasan Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Maruli, pembangunan jembatan akan diprioritaskan untuk membuka akses masyarakat di wilayah yang masih sulit terhubung. Jembatan dengan bentang sekitar 20 meter menjadi salah satu sasaran program. Adapun jembatan gantung akan dibangun sesuai kebutuhan dan kondisi geografis.
“Kalau jembatan gantung saya kira sepanjang mungkin kita bisa kerjakan, kita akan kerjakan,” ujarnya.
Selain jembatan, Maruli membawa rencana memperluas pemanfaatan energi mikrohidro. Ia menyebut proyek mikrohidro di Curug Rahong, Garut, memiliki kapasitas 25.000 watt. Proyek itu akan dijadikan model untuk pembangunan di lokasi lain.
“Kita punya proyek hidro mikro bikin kincir di Curug Rahong, jadi itu bisa 25.000 watt. Saya pikir ini akan menjadi contoh di daerah-daerah lain,” kata dia.
Maruli mengatakan hasil pembangunan di Curug Rahong akan menjadi bahan evaluasi sebelum proyek serupa diperbanyak. Jika pengerjaannya dinilai baik, pembangkit mikrohidro akan dikembangkan secara lebih masif di sejumlah titik.
“Saya mencoba nanti di beberapa titik lagi. Mudah-mudahan nanti bisa dikerjakan secara masif,” katanya.
Program berikutnya adalah penyediaan air bersih. Maruli menyebut puluhan titik telah masuk dalam pendataan awal. Pembangunan fasilitas air bersih ditargetkan mulai dikerjakan dalam beberapa bulan ini.
“Air bersih, kita sudah mendata berapa puluh air bersih yang akan kita mulai kerjakan,” ujarnya.
Program perbaikan rumah juga masuk dalam agenda. Maruli menyebut bedah RTLH akan dilakukan bersama pemerintah daerah. Skema tersebut diarahkan agar intervensi pembangunan tidak berhenti pada satu sektor, tetapi menyasar kebutuhan dasar masyarakat sekaligus.
Maruli mengatakan seluruh program tersebut merupakan bagian dari upaya menerjemahkan program Presiden ke tingkat daerah. Garut dan Tasikmalaya dipilih sebagai wilayah yang akan mendapat perhatian dalam koordinasi program tersebut.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut rencana itu. Menurut Syakur, keterlibatan TNI AD dapat menjadi akselerator pembangunan, khususnya untuk wilayah pelosok yang membutuhkan dukungan infrastruktur dasar.
Syakur mengapresiasi perhatian Maruli dan jajaran TNI AD terhadap kebutuhan masyarakat Garut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI dapat mempercepat pemerataan pembangunan.
Kunjungan Maruli ke Garut berlangsung di tengah upaya pemerintah daerah memperkuat konektivitas dan pelayanan dasar masyarakat. Tantangannya kini adalah memastikan hasil pendataan diterjemahkan menjadi proyek yang tepat sasaran.
Bagi warga di pelosok, jembatan bukan sekadar infrastruktur. Ia menjadi penghubung menuju sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, dan pusat ekonomi. Begitu pula listrik dan air bersih. Ketiganya menentukan seberapa jauh pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. ***



.png)













