Politik

Musda Golkar Garut Ditunda, Bupati Abdusy Syakur Tepis Isu Karpet Merah Diskresi DPP ​

×

Musda Golkar Garut Ditunda, Bupati Abdusy Syakur Tepis Isu Karpet Merah Diskresi DPP ​

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.

GOSIPGARUT.ID — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Garut yang semula dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026 resmi ditunda. Bupati Abdusy Syakur Amin mengonfirmasi penundaan arena perebutan kursi ketua dewan pimpinan daerah tersebut, sekaligus menepis spekulasi bahwa diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) merupakan fasilitas “karpet merah” untuk memuluskan langkah politiknya.

​Abdusy Syakur menjelaskan, kepastian penundaan diperoleh dari koordinasi internal yang melibatkan kepengurusan partai tingkat kabupaten dan provinsi. Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui secara mendalam mengenai alasan teknis maupun pertimbangan politik di balik pergeseran jadwal Musda tersebut.

​“Seharusnya kemarin terlaksana di tanggal 27. Berdasarkan informasi yang kami infokan ada pengunduran. Semua itu dikoordinasikan antara kabupaten dengan provinsi. Saya tidak tahu persis seperti apa, mungkin ada alasan-alasan kenapa ditunda,” ujar Abdusy Syakur kepada GOSIPGARUT.ID, Senin, 31 Agustus 2026.

Baca Juga:   KPU Jabar Ambil Alih Tugas, Kewenangan, dan Kewajiban KPU Garut

​Penundaan jadwal Musda ini bergulir di tengah hangatnya isu penetapan diskresi dari DPP Partai Golkar yang diberikan kepada Abdusy Syakur. Diskresi tersebut mengundang sorotan internal lantaran dianggap memberi keunggulan khusus bagi Bupati Garut dalam bursa calon ketua. Namun, Syakur menampik anggapan bahwa restu khusus tersebut adalah karpet merah untuk memenangkan kontestasi secara mutlak.

​Menurut Syakur, diskresi dari pimpinan pusat lebih tepat dimaknai sebagai bentuk kepercayaan dan perhatian organisasi terhadap potensi kepemimpinan di daerah, bukan jaminan kemenangan otomatis tanpa proses politik yang sehat.

Baca Juga:   Penyaluran Bantuan Sembako untuk Garut dari Gubernur Jabar Dipastikan Ditunda

​“Bukan suatu hal yang kemudian menjadikan karpet merah untuk bapak memenangkan Musda. Saya berpikir bahwa DPP itu pasti punya pertimbangan,” tuturnya menegaskan.

​Langkah DPP memberikan diskresi kali ini dinilai cukup mengejutkan bagi peta politik lokal. Syakur mengungkapkan, jika merujuk pada rekam jejak pelaksanaan Musda Golkar Kabupaten Garut pada periode-periode sebelumnya, pemberian keputusan khusus seperti ini sangat langka terjadi.

​“Sejatinya dari tiga Musda sebelumnya itu tidak ada diskresi. Jadi ini ada perhatian dari DPP, itu saja,” kata Syakur menambahkan.

​Dinamika yang berkembang menjelang Musda Partai Golkar Kabupaten Garut kian menyedot perhatian publik dan pengamat politik daerah. Kombinasi antara perubahan jadwal yang mendadak serta pemberian diskresi DPP mempertegas tingginya tensi persaingan di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.

Baca Juga:   Survei LS-Vinus: Warga Garut Pilih Syakur-Putri untuk Bupati-Wakil Bupati dan Dedi Mulyadi-Erwan untuk Gubernur-Wakil Gubernur

​Hingga saat ini, Abdusy Syakur belum membeberkan secara terperinci mengenai strategi politik maupun penegasan langkah resminya untuk memenangi tampuk kepemimpinan partai. Kendati demikian, hasil akhir Musda mendatang dipastikan bakal menjadi penentu utama arah kebijakan politik Partai Golkar Kabupaten Garut, sekaligus peta koalisi dan konstelasi politik daerah ke depan. (Yuyus/FJ)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *