Opini

Penistaan Agama Islam Terus Berulang, Kini Muhammad Kece

×

Penistaan Agama Islam Terus Berulang, Kini Muhammad Kece

Sebarkan artikel ini
Muhammad Kece. (Foto: Istimewa)

TAK henti hentinya orang melecehkan agama Islam dan umat Islam di Indonesia. Padahal umat Islam adalah mayoritas. Pelecehannya pun seringkali menohok dan langsung. Kali ini pelecehan di lakukan oleh Muhammad Kece yang lagi viral di media sosial.

Menyimak di cahanel Youtube-nya, tak ada pengetahuan sama sekali. Yang ada adalah pelecehan dan penistaan yang sangat vulgar dan norak sekali. Bahkan boleh jadi dari namanya saja sengaja untuk menghina sang penutup para nabi.

Di antara pelecehannya adalah “Assalakualaikum wa rahmatu Yesus”, “Bismi Yesus Arr-Rahmanirrahim”, “Alhamduli Yesus”.

Baca Juga:   Ukraina, Sang Janda Lemah Jelita yang Dikeceng Amerika dan Ditembak Rusia

Ditambah lagi, dia ngacung-acungkan kitab kuning karya Imam Nawawi Al-Bantani, Safinah. Dikatakannya bahwa perintah sholat berdasarkan kitab tersebut bukan perintah Tuhan. Dikatakan juga bahwa Indonesia belum merdeka karena masih dijajah oleh Arab, Islam disebarkan melalui kekerasan.

Penistaan selalu saja berulang karena penistaan dibiarkan sedemikian rupa tanpa ada jera. Saya percaya bahwa umat beragama sangat kecewa dengan apa yang dikatakan oleh Muhammad Kece ini. Karena pelecehan terhadap salah satu agama sesungguhnya adalah pelecehan terhadap semua agama.

Baca Juga:   Fenomena Pemimpin Ad Hominem di Media Sosial Adalah Ciri Kedaulatan Rakyat yang Terabaikan

Kalau pun kita mau mencari kebenaran tentang agama-agama, marilah kita mencarinya bersama dengan dialog yang saling menghormati, tanpa sak wasangka dengan argumentasi yang bukan dibarengi caci maki.

Jika tidak mau, maka saling menghormati adalah jalan menuju kedamaian bersama di antara sesama umat beragama dan umat manusia.

Maka untuk menjaga keharmonisan nusantara, saya meminta segera tangkap Muhammad Kece! (Imron Abdul Rajak)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *