GOSIPGARUT.ID — Angka positif Covid-19 di Kabupaten Garut masih terbilang tinggi meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah diterapkan. Pun di Garut Selatan, tercatat banyak sekali warganya yang terpapar dan terdampak Covid-19.
Merespons banyaknya laporan dari beberapa kecamatan di Garut Selatan tentang banyaknya warga yang isolasi mandiri tapi kekurangan pangan dan belum mendapatkan bantuan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) — Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), langsung turun ke daerah itu guna memberikan bantuan berupa beras wakaf dan air minum wakaf.
“Pasca diberlakukannya PPKM di Kabupaten Garut banyak warga yang melapor melalui relawan kami yang mengaku kekurangan pangan, terutama beras karena harus menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya masing-masing. Padahal pendapatan mereka dari hasil bekerja pergi ke ladang dan sawah,” ujar Kepala Cabang ACT Garut, Mochamad Dani Ramdani, Kamis (8/7/2021).
Ia menjelaskan, sejumlah kecamatan yang mendapatkan bantuan tersebut adalah Pakenjeng, Bungbulang, Pameungpeuk, Caringin, Cisewu, dan Talegong. Adapaun jumlah yang diberikan berpariatif.
“Jumlah beras wakaf yang diberikan setiap kecamatannya tentu berbeda-beda karena sesuai ajuan laporan dari relawan setempat,” kata Dani.
Ia menambahkan, untuk Kecamatan Pakenjeng pihaknya mengirimkan beras wakaf sebanyak 50 karung,Bungbulang 30 karung, Caringin 30 karung, Pameungpeuk 50 karung, Cisewu 50 karung, dan Talegong 40 karung.
Sementara untuk bantuan air minum wakaf diberikan kepada Petugas PPKM di 6 Kecamatan tersebut dan diterima oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) masing-masing.
“Bantuk kepedulian ACT bukan hanya untuk warga yang sedang isoman saja, tapi juga support diberikan kepada aparat pemerintah yang melakukan tugas yang menegakan peraturan di masa PPKM,” jelas Dani. (Widdia Silpiani)



.png)











