oleh

Pemkab Garut Bebaskan Pelaku Usaha Bangun Konsep Rumah Adat di Tempat Wisata

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut membebaskan pelaku usaha wisata membangun konsep rumah adat yang unik dari keragaman bangsa Indonesia, selain model bangunan Sunda sebagai daya tarik baru agar bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Garut.

“Kita harus toleransi, kita harus menerima, walaupun nanti kita sah-sah saja. Misalkan kita menginginkan rumah model Sunda itu juga ada,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).

Ia menuturkan upaya mendongkrak sektor pariwisata di Garut perlu dilakukan dengan cara yang unik dan bisa menyajikan keragaman wisata kepada masyarakat, termasuk membuat bangunan yang khas daerah luar Garut. Hal itu, kata Helmi, diperbolehkan sebagai bentuk keragaman bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ambil positifnya karena memang tidak ada aturan yang melarang,” ujar dia seraya menyebutkan, di Garut selama ini ada beberapa bangunan yang menerapkan konsep khas luar daerah seperti dulu dibangun Hotel Danau Dariza yang memiliki bangunan khas daerah Sumatera, lalu ada Kampung Bali.

Baca Juga:   Di Taman Satwa Cikembulan Garut, Anak Orangutan Sedot Perhatian Wisatawan

Tempat wisata yang menerapkan konsep luar daerah itu, kata Helmi, tidak menjadi masalah, apalagi ditambah dengan konsep bangunan khas Sunda maka akan menambah keragaman wisata yang menarik di Garut. “Memang tidak ada aturan khusus, boleh-boleh saja, boleh kita disebut keragaman wisata, saya juga mohon khas Sunda nanti juga ada,” katanya.

Baca Juga:   Bupati Garut Boyong Para Direktur dan Komisaris ke Lokasi Wisata Puncak Malaya

Helmi berharap banyak keragaman di tempat wisata akan memberikan dampak positif bagi pariwisata di Garut yang akhirnya bisa menciptakan lapangan pekerjaan. “Yang penting wisatawan datang, di Garut ada perputaran ekonomi, tentu tadi yang penting orang Garut kerja di sini,” katanya. (Ant)

Komentar

Berita Terkait