GOSIPGARUT.ID — Keluhan wisatawan terkait mahalnya tiket masuk Pantai Sayangheulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, viral di media sosial. Sejumlah pengunjung mengaku dimintai biaya hingga Rp45.000 saat memasuki kawasan wisata tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, memberikan klarifikasi resmi mengenai tarif yang berlaku di lokasi wisata tersebut.
Beni menegaskan, harga tiket masuk Pantai Sayangheulang telah ditetapkan sesuai ketentuan dan terpampang di pos jaga. Ia merinci, tarif pada hari biasa untuk pengunjung dewasa sebesar Rp10.000 dan anak-anak Rp5.000.
Sementara itu, pada akhir pekan (Sabtu-Minggu), tarif yang berlaku adalah Rp15.000 untuk dewasa dan Rp7.000 untuk anak-anak. Adapun pada masa libur khusus seperti Lebaran, tarif tiket menjadi Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 bagi anak-anak.
“Tarif tersebut sudah sesuai ketentuan dan disampaikan secara resmi di pos penjagaan,” ujar Beni dalam keterangannya.
Selain tiket masuk, Disparbud juga menetapkan tarif parkir kendaraan, yakni Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk kendaraan roda empat.
Terkait adanya keluhan wisatawan yang membayar hingga Rp45.000, Beni tidak menampik kemungkinan adanya praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum di lapangan. Ia pun meminta masyarakat turut berperan aktif dalam melaporkan jika menemukan pelanggaran.
“Kalau ada oknum, baik petugas atau siapa pun yang melakukan pungli di luar harga yang sudah ditentukan, silakan diinformasikan. Bahkan kalau perlu diviralkan agar kami bisa segera menindak,” kata Beni.
Ia menegaskan, pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, termasuk aparat dan tokoh setempat, guna menertibkan praktik-praktik di luar ketentuan tersebut.
Beni juga mengapresiasi tingginya minat wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Garut, khususnya ke Pantai Sayangheulang. Ia berharap, ke depan para pengunjung dapat merasakan kenyamanan dan keamanan selama berwisata.
“Kami berharap kunjungan wisatawan ke Garut memberikan pengalaman yang menyenangkan, aman, dan nyaman, sehingga mereka bisa kembali lagi,” pungkasnya. ***



.png)


























