oleh

Kadisdik Garut: Kesehatan dan Keselamatan Anak-anak Adalah Segalanya

GOSIPGARUT.ID — Pembelajaran di masa pandemi Covid-19 untuk tahun 2021 sudah mendapatkan lampu hijau dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, bahwa pembelajaran tatap muka bisa digelar sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Namun, meskipun begitu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Totong, mengatakan, Kabupaten Garut untuk pembelajaran tatap muka di sekolah ini akan menunggu terlebih dahulu vaksinasi kepada masyarakat.

“Termasuk apa yang disampaikan oleh Pak Bupati, bahwa sebagai Ketua Gugus Tugas, beliau belum menyarankan untuk tatap muka meskipun Kemendikbud memperbolehkan pada Bulan Januari, karena laju pertumbuhan Covid trend-nya belum landai. Kami tetap mengevaluasi setelah adanya imunisasi atau vaksin dulu, supaya imun tubuh anak-anak semakin kuat,” kata dia.

Baca Juga:   Umat Khonghucu di Garut Do'akan Bangsa Indonesia Agar Terus Damai

Totong menegaskan, baginya kesehatan dan keselamatan anak-anak adalah segala-galanya.

Ia menyampaikan, jika nanti pembelajaran tatap muka kembali digelar, pertemuan di kelas harus sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. “Jadi setelah (ada) vaksin, insya Allah baru akan dimulai tatap muka, termasuk tetap menjaga SOP protokol kesehatan,” ucap Totong.

Menurutnya, salah satu pertimbangan pembelajaran tatap muka dilakukan setelah ada vaksinasi agar tidak terjadi klaster baru di satuan pendidikan Kabupaten Garut.

Baca Juga:   Batik Tulis Garutan Berkualitas Baik, Proses Pembuatannya Butuh Waktu Sebulan

“Yang kami pertimbangkan adalah ketika diadakan tatap muka dalam situasi seperti ini, dikhawatirkan akan muncul klaster baru dari satuan pendidikan, mengingat terdapat sekitar 600.000 peserta didik,” tandas Totong.

Ia menambahkan, jika masuk sekolah dan misalnya terjadi outbreak sebesar satu persen saja, yakni sekitar 6000 siswa, mau diisolasi di mana mereka itu? Sehingga pihaknya harus memperkuat pembelajaran jarak jauh di rumah, juga memperkuat program blended learning. Hal inilah yang perlu disampaikan kepada orangtua untuk terus bersabar.

Baca Juga:   Kasus Covid-19 Menggila, Sudah Saatnya Pemkab Garut Tetapkan Situasi Kritis Bencana

Kabupaten Garut sendiri, untuk periode 23-29 November 2020 level kewaspadaan Covid-19 nya berada di zona oranye atau risiko sedang, dan diharapkan masyarakat tetap selalu memperhatikan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus corona ini. (Yan AS)

Komentar

Berita Terkait