Oleh: Asep Lukman
HELMI Budiman adalah seorang dokter yang sukses mengembangkan profesinya. Pada tahun 1997 ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Umum Universitas Padjadjaran Bandung. Karier profesinya dimulai saat bertugas sebagai dokter PPT di Puskesmas Cimari, Kecamatan Cikelet, Garut Selatan.
Selesai di Cimari, pria kelahiran 1971 ini membuka praktik kedokteran di Kampung Cisanca, Kecamatan Tarogong Kaler. Di sanalah ia berhasil mendirikan dan memimpin Klinik Cisanca yang dikenal klinik kesehatan umum dengan harga terjangkau. Klinik ini menjadi cukup terkenal — khususnya di kalangan masyarakat kelas menangah ke bawah — bersamaan dengan nama Dokter Helmi yang juga mulai dikenal secara luas di tengah masyarakat Garut.
Sebagai seorang yang berlatar belakang aktivis mahasiswa, ruh kepeduliannya terhadap umat serta jiwa kepemimpinan yang dimilikinya membuatnya selalu terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, agama, dan politik. Wajar, sejak di kampus, Dokter Helmi adalah sebagai Dewan Pertimbangan Mahasiswa dan Ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) FK Universitas Padjadjaran. Pengalaman ini tidak bisa dilepaskan dengan perjalanan hidupnya di kemudian hari.
Selain sukses mengabdikan diri dalam dunia profesinya sebagai dokter, Helmi Budiman juga sukses menjadi politisi.
Dulu, saat pertama saya bertemu, kalau tidak salah tahun 2001, ia masih berusia 31 tahun. Namun saya diberitahukan oleh Ketua Partai Keadilan (PK) — sebelum menjadi Partai Keadilan Sejahtera/PKS Kecamatan Peundeuy, Alamin Sulaeman, bahwa Dokter Helmi akan didukung agar menjadi ketua DPD, meski acara musda yang diselenggarakan di LEC pada waktu itu menetapkan Ustazd Ahab Sihabuddin sebagai ketua untuk yang kedua kalinya.
Ustazd Ahab Sihabuddin pun termasuk figur yang berusia cukup muda pada waktu itu. Ia seorang aktivis dan seorang guru yang berkarakter ramah dan gigih.
Dokter Helmi sendiri dalam perjalanan kariernya dipercaya menjadi bendahara umum DPD PKS Kabupaten Garut. Lalu, di kemudian hari, didorong teman-temanya untuk mencalonkan Wakil Bupati Garut bersama KH Aceng Wahdan (alm). Sayang, pasangan ini hanya berada di posisi suara ketiga. Pada waktu itu Pilkada dimenangkan pasangan Aceng Fikri – Dicky Chandra.
Meski kalah, namun Dokter Helmi tidak pernah patah semangat. Sebagai seorang yang terkenal berkarakter sabar, santun, dan peduli, ia nembuktikan diri untuk tak pernah berhenti berkiprah hingga para sahabatnya dan pengurus partai memercayai Dokter Helmi menjadi Ketua DPD PKS Kabupaten Garut.
Dokter Hemi pun tercatat sebagai pemimpin partai tingkat kabupaten yang berusia muda namun memilki popularitas, akseptabilitas, dan eletabilitas tinggi.
Kesuksesannya dalam memimpin organisasi partai, tetap tidak menyebabkannya meninggalkan pengabdiannya pada aktivitas sosial kemasyarakatan. Selain tanpa henti berjuang bersama masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan, suami dari dr. Hani Firdiani ini juga tak pernah absen dalam kegiatan-kegiatan bakti sosial, baik berupa khitanan massal, pengobatan gratis, maupun pelayanan pada posko penaggulangan bencana.
Pria yang sekarang merupakan Wakil Bupati Garut ini sudah menjadi ayah dari empat anak dan kerap bercengkrama pada para sahabatnya bahwa ia tidak pernah berniat untuk poligami. (Begitulah cerita dari pimpinan DPC PKS Tarogong Kidul kepada saya)
Sampai sekarang Dokter Helmi masih terus melakukan pengabdiannya kepada masyarakat. Selain sibuk menjalankan tupoksi sebagai wakil bupati, ia masih aktif menjadi narasumber dalam berbagai seminar, dan melakukan diskusi dengan berbagai lapisan masyarakat — baik dalam kegitan formal atau non formal. Tidak heran jika malam ia selalu tidur terlambat alias seringkali bergadang sampai tengah malam.
Profesionalitas dan karakter seorang aktivis yang sibuk melakukan berbagai kepedulian kepada masyarakat inilah yang telah mengantarkan dirinya menjadi calon Wakil Bupati Garut untuk periode 2013 – 2018 bersama H. Rudy Gunawan, S.H, M.H yang kemudian dapat memenangkan kontestasi Pilkada pada waktu itu hingga terpilih untuk kedua kalinya untuk priode 2018-2023. ***



.png)









