oleh

Imbas Corona, Lebaran Tahun Ini Pemasaran Tengteng Bungbulang Lesu

GOSIPGARUT.ID — Kecamatan Bungbulang di Kabupaten Garut bagian selatan memiliki sejumlah makanan khas. Selain wajit, makanan khas terkenal dari kecamatan berjuluk Kandangwesi ini adalah opak dan tengteng.

Banyak orang dari luar Garut yang menggemari kedua makanan oleh-oleh tersebut. Setiap lebaran, baik opak maupun tengteng, banyak diserbu pembeli sehingga para pembuatnya pun selalu dibuat sibuk mengolah panganan berbahan dasar beras itu.

Saking larisnya, salah seorang pembuat tengteng di Bunbulang — Ade Jenab, mengaku mampu menjual 300 pak per harinya. Kondisi itu sangat terbalik dengan lebaran tahun ini di mana pemasaran tengteng sangat lesu.

Baca Juga:   Mang Engkun, Resto Khas Sunda Cukup Lengkap di Pantai Rancabuaya

“Gara-gara wabah corona itu memang pengaruhnya sangat besar. Pemasaran tengteng dan opak tidak selaris pada waktu-waktu sebelumnya ketika suasana normal,” kata pemilik perusahaan tengteng merk “Jembar” itu, Kamis (21/5/2020).

Ade menuturkan, pada lebaran tahun ini mau menghabiskan 50 pak tengteng per hari pun sulitnya minta ampun. Sebab, tengteng hanya dipasarkan di kawasan Bungbulang saja, alias tidak sampai ke luar daerah.

Baca Juga:   Masak Tempe Nugget, Praktis dan Sehat Euy....!

“Sejak wabah corona muncul, tidak ada pembeli dari luar daerah yang datang ke sini. Begitu pun para pembuat Tengteng di Bungbulang tidak ada yang berani memasarkan ke luar daerah,” ujarnya.

Karena pemasaran lesu, Ade mengaku kini stok tengteng di gudang penyimpanan menumpuk menunggu ada yang membeli. Untungnya, meski tanpa bahan pengawet, daya tahan tengteng cukup lama sehingga kualitasnya tetap terjaga.

Baca Juga:   Keripik "Tempe Kojo" Asal Garut Tembus Pasar Jepang, Korsel, dan Eropa

“Paling lama sebulan lah daya tahannya. Kalau setelah sebulan tidak laku-laku, terpaksa tengteng yang ada di gudang itu kami buang,” kata dia. (GP)

Komentar

Berita Terkait