Berita

Warga Garut yang Tengah Merantau Diimbau untuk Tidak Mudik

×

Warga Garut yang Tengah Merantau Diimbau untuk Tidak Mudik

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Tradisi mudik.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengimbau warga Garut yang berada di luar kota dilarang mudik selama darurat pandemi Covid-19 untuk menghindari penyebaran virus corona jenis tersebut.

“Larangan mudik sekarang ini berlaku bagi siapa pun, karena khawatir kalau tetap ada yang mudik akan ada peningkatan kontak fisik dan rawan menyebar ke masyarakat,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Selasa (21/4/2020).

Pemkab Garut mendukung kebijakan pemerintah pusat tentang larangan mudik karena kebijakan tersebut langkah yang tepat untuk menghindari penyebaran Covid-19 dari kawasan zona merah ke daerah lain.

Baca Juga:   Tokoh Muda Garut Selatan Ingatkan Agar Memilih Calon Pemimpin yang Tidak Punya Dosa Politik Masa Lalu

Selain imbauan larangan mudik, Pemkab Garut juga akan meningkatkan penjagaan dan pemeriksaan terhadap pendatang di setiap titik perbatasan wilayah Garut dengan daerah lain.

“Kami akan jaga perbatasan lebih ketat lagi, semua yang masuk diperiksa kesehatannya,” katanya.

Helmi menyampaikan mereka yang tetap bertahan di daerah perantauan untuk tidak khawatir dengan kondisi keluarganya di kampung halaman karena kebutuhan hidupnya akan dijamin oleh pemerintah daerah.

Baca Juga:   BPN Bagikan 5000 Sertipikat Tanah Kepada 30 Orang Warga Garut

Pemkab Garut telah menyediakan anggaran untuk keluarga yang ditinggal merantau oleh kepala keluarganya berupa bantuan jatah hidup Rp50 ribu per hari.

“Nanti akan diberi jadup (jatah hidup) bagi keluarganya yang di sini, kami sudah mendatanya, dan akan diberi Rp50 ribu per KK setiap harinya,” katanya.

Pemkab Garut mencatat pasien positif Covid-19 sebanyak tiga orang yang saat ini sudah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dan isolasi diri di rumahnya.

Baca Juga:   Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan yang Mayatnya Ditemukan di Cisewu

Selain pasien positif, tim medis juga masih menangani jumlah pasien status orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *