GOSIPGARUT.ID — Ribuan tenaga honorer Kabupaten Garut menggelar aksi demontrasi di depan Gedung DPRD Garut, Kamis (28/11/2019). Mereka merasa cemas dengan pembukaan calon pegawai negeri sipil CPNS 2019 untuk umum.
Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Kabupaten Garut, Cecep Kurniadi, mengatakan bahwa para honorer yang berusia 35 tahun ke atas sudah tak punya kesempatan untuk mendaftar CPNS. Padahal mereka sudah mengabdi hingga puluhan tahun.
“Pengabdian mereka akan terkikis. Orang yang tadinya tak pernah mengabdi, bisa menggeser yang sudah mengabdi lama,” ucap Cecep, Kamis (28/11/2019).
Aksi turun ke jalan yang dilakukan ribuan honorer, lanjutnya, untuk menuntut pemerintah membuat regulasi baru.Yakni, aturan untuk honorer usia 35 tahun ke atas agar bisa diangkat menjadi PNS.
“Revisi UU ASN salah satu jalan bagi honorer yang sudah mengabdi lama. Syarat pengangkatan jangan usia tapi dari pengabdian,” ujar Cecep
Sambil menunggu adanya regulasi baru, pemerintah pusat harus memerhatikan kesejahteraan para honorer. Terutama guru honorer yang masih banyak mendapat upah di bawah upah minimum regional (UMR).
“Banyak yang digaji Rp150 ribu sampai Rp200 ribu sebulan. Tentunya tidak cukup buat kehidupan sehari-hari,” kata dia. (Trb/Gun)



.png)











