GOSIPGARUT.ID — Debit air Balong Sirah — yang dikenal bermataair seribu dan sebagai sumber air bersih bagi warga Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, masih kecil saat memasuki musim penghujan kali ini. Meskipun beberapa hari sempat diguyur hujan besar, tapi aneh air Balong Sirah malah kian menyusut.
Padahal belum lama ini, Pemerintah Desa Cisewu telah menggelontorkan dana desa (DD)-nya sebesar Rp300 juta untuk merenovasi Balong Sirah agar debet airnya tetap konsisten alias tidak ada penyusutan. Ternyata, anggaran besar tidak menjamin suatu pembangunan berhasil baik jika aspek kualitas pembangunannya tidak menjadi prioritas.
“Sebab apa yang terjadi dengan kondisi Balong Sirah saat ini memang cukup nampak, bahwa proyek sebesar Rp300 juta itu belum mampu menaikan debet air di Balong Sirah. Bahkan ironis, di saat turun hujan, justru terjadi penyusutan pada permukaan air,” kata seorang warga.

Apa penyebabnya? Tidak ada seorang warga pun yang mampu menjawab pertanyaan tersebut. Terkecuali setelah dilakukannya pemeriksaan menyeluruh guna mengetahui penyebab turunnya debet air di Balong Sirah, selain faktor musim kemarau.
“Kami menduga masih ada kebocoran pada bendung Balong Sirah, sehingga yang semestinya paska renovasi debet air itu naik atau bertahan dari kondisi sebelumnya, sekarang justru menyusut,” ujar warga. ***



.png)











