Kesehatan

Warga Garut Berharap Peningkatan Kualitas Pelayanan BPJS Kesehatan

×

Warga Garut Berharap Peningkatan Kualitas Pelayanan BPJS Kesehatan

Sebarkan artikel ini

GOSIPGARUT.ID — Sejumlah warga di Kabupaten Garut berharap kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dari mulai tingkat pertama sampai mendapatkan pelayanan obat maupun tindakan medis yang berat di rumah sakit.

“Kami sebagai masyarakat biasa tidak bisa apa-apa dengan kenaikan BPJS ini selain berharap pelayanannya lebih ditingkatkan lagi,” kata Kusuma (32) warga Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Minggu (3/11/2019).

Ia menuturkan, kebijakan pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan tentunya berdasarkan pertimbangan yang matang untuk tujuan meningkatkan pelayanan dan mengatasi defisit biaya di lembaga tersebut.

Namun kenaikan itu, kata Kusuma, tentunya telah memberatkan masyarakat bukan pekerja atau penerima gaji tetap, karena harus mengeluarkan biaya bulanan yang lebih besar dari sebelumnya.

Baca Juga:   BPN Bagikan 5000 Sertipikat Tanah Kepada 30 Orang Warga Garut

“Kenaikan ini tentu harus mengeluarkan uang tambahan untuk membayar BPJS setiap bulannya,” kata ibu rumah tangga itu.

Warga Garut lainnya, Yuyus (38) menyatakan, tidak mendukung adanya kenaikan BPJS Kesehatan sebesar 100 persen karena akan berdampak pada keuangan keluarga, apalagi saat ini penghasilan pekerjaan tidak tentu.

Jika pemerintah tetap menaikkan iuran BPJS Kesehatan awal tahun, kata dia, tentunya harus didukung dengan pelayanan kesehatan yang baik dan tidak antre lama saat akan berobat.

Baca Juga:   Program Gizi Masuk Sukamaju, 2.700 Ibu dan Anak Jadi Sasaran: Fondasi Generasi Emas Mulai Dibangun

“Saya tidak mendukung naik, terlalu mahal, bagusnya tarif yang dulu saja. Tapi kalau pun harus naik pelayanan harus baik, jangan antre lama,” ujar Yuyus.

Warga Garut lainnya, Ali (28) mengatakan, sudah beberapa bulan tidak membayar iuran BPJS Kesehatan karena terkendala masalah keuangan keluarga yang harus memenuhi kebutuhan lainnya.

Pria bergelar sarjana itu, kata dia, sudah lama menganggur sehingga tidak bisa lagi membayar iuran BPJS Kesehatan untuk istri dan satu anaknya setiap bulan.

“Sudah beberapa bulan tidak bayar. Katanya kalau menunggak BPJS bisa menghambat orang yang sedang melamar pekerjaan ke perusahaan, saya jadi bingung,” kata Ali.

Baca Juga:   Teh atau Kopi Apakah Boleh Dikonsumsi Selama Bulan Puasa? Begini Kata Ahli Gizi

Peserta BPJS Kesehatan lainnya, Ai Nuraeni mengatakan, program tersebut telah membantu meringankan biaya mendapatkan pelayanan kesehatan dari mulai fasilitas pertama sampai rumah sakit.

Namun adanya kenaikan iuran yang cukup besar itu, kata dia, tentu memberatkan karena harus menyiapkan uang tambahan untuk membayar BPJS Kesehatan bagi dirinya dan juga satu anak.

“Iuran sekarang saja saya sudah kesulitan, ditambah sekarang dinaikkan, sementara saya pekerjaannya hanya tukang jahit, suami tidak ada,” kata ibu satu anak itu. (IK/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *