oleh

Nikmatnya Makan Siang dengan Opor Ayam Kampung di Resto Teh Kokom

GOSIPGARUT.ID — Sebenarnya menu makanan di rumah makan Sunda atau Resto Teh Kokom cukup lengkap. Segala masakan Sunda tersedia di sini. Namun, saat makan siang kali ini, Jum’at (25/10/2019), ingin sekali menikmati opor ayam kampung khas Teh Kokom yang kata orang cukup maknyos di lidah.

Datang ke resto yang beralamat di jalur wisata Bandung — Pantai Rancabuaya (tepatnya di Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut) ini berdua. Saat tiba di lokasi, keadaan resto sepi pengunjung. Maklum saat itu baru bubar jum’atan, jadi cukup leluasa makan di sana.

Dalam keadaan lapar, begitu tiba di resto, kami langsung mengambil nasi putih hangat, di mana di sini pembeli harus melayani sendiri. Setelah mengambil nasi, mata kami pun tertuju pada opor ayam kampung yang sedari tadi sudah diangan-angankan. Selain opor ayam, kami hanya tergoda oleh semur jengkol yang diyakini bakal menambah nikmatnya makan siang.

Di antara banyaknya menu masakan yang dihidangkan di rak panjang dan bersusun dua itu, terdapat mangkuk besar yang berisi sambal terasi yang dicampur tomat. Baik opor ayam, semur jengkol, maupun sambal terasi, saat itu tersaji dalam keadaan masih panas.

Baca Juga:   Tak Dinyana, Kopi Nikmat Siap Seduh Itu Ternyata Produksi Pesantren Najaahaan

Kami sengaja membawa opor ayam kampung bagian pahanya, dengan alasan agar tidak terlalu banyak tulangnya. Paha itu disatukan dengan nasi yang sudah lebih dahulu disimpan dalam piring. Setelah opor ayam, baru semur jengkol ikut dimasukan ke dalam piring. Terakhir dituangkanlah sambal di atas campuran nasi, opor ayam, dan semur jengkol.

Baca Juga:   Tumis Daging Kecap Pedas yang Menggugah Selera, Ini Resepnya!

Untuk memakan nasi, opor ayam, semur jengkol, plus sambal terasi itu, kami tak membutuhkan sendok, tapi cukup dengan jari-jari tangan saja. Harapannya, makan dengan cara demikian akan menambah sensasi.

Memang betul, saking nikmatnya makan, sehingga keringat pun bercucuran. Betapa tidak, karena selain makan menu masakan yang masih serba panas, juga ditambahnya dengan sengatan sambal terasi yang ladanya mengguncang lidah. Saat itu kami pun sampai dua kali nambah.

Baca Juga:   Kualitasnya Bersaing, Teh Putih Garut Siap Merambah Pasar Mancanegara

Hingga selesai makan, hanya ada tiga orang yang datang ke Resto Teh Kokom untuk sama-sama makan di sana. Suasana makan siang ini sungguh terasa nyaman dan nikmat. Karena, selain menu masakan, keadaan pun menjadi penentu nikmatnya orang menyantap makanan. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah harganya murah meriah. ***

Komentar