oleh

Di Puskemas Cihurip, Ojeg Jadi Ambulans TOP De Amor

GOSIPGARUT.ID — Permasalahan kejadian kegawatdaruratan kesehatan khususnya pada ibu dan anak yang mengalami keterlambatan penanganan disebabkan kurang kesiapsiagaan masyarakat, salah satunya di bidang transportasi.

Mengantisipasi hal itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Cihurip, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, berupaya meminimalisir kendala itu dengan digulirkannya inovasi dengan Program Tukang Ojeg Puskesmas Dengan Ambulan Motor atau disingkat TOP De Amor.

Dengan progran ini, UPT Puskesmas Cihurip siap siaga melakukan jemput dan antar dengan menggunakan kendaraan ambulan puskesmas. Salah satunya dengan memberdayakan tukang ojek yang mangkal di sekitar puskesmas.

Baca Juga:   Bukan Setelah Mandi, Lebih Baik Pakai Deodoran pada Malam Hari

“Disesuaikan dengan kondisi jalan dan jarak. Mereka harus siap panggil untuk menjemput ibu bersalin dari rumah tempat tinggal ke Puskesmas Cihurip, atau antar jemput bidan untuk melaksanakan kunjungan Ante Natal Care (ANC) ke rumah ibu hamil yang kurang mengakses ke posyandu dan puskesmas,” ujar Kusyanadi, Kepala UPT Puskesmas Cihurip, sang inovator.

Baca Juga:   Dinas Kesehatan Jabar Terjunkan Ribuan Petugas Kesehatan di Jalur Mudik

Menurutnya, Program inovasi TOP De Amor yang telah berjalan sejak tahun 2017 ini merupakan sebuah inovasi alternatif situasional yang mencoba mengkolaborasikan kegiatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memberdayakan tukang ojek yang mangkal di sekitar UPT Puskesmas Cihurip, sehubungan adanya kendala kondisi geografis pegunungan yang tidak memungkinkan menggunakan kendaraan roda empat atau ambulan puskesmas.

Setidaknya dengan inovasi, kata Kus, masalah
kematian ibu dan bayi bisa terpecahkan. Selain pelayanan kesehatan ibu yang berisiko terhadap kasus kematian ibu dan bayi, juga
persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, dan sisi ekonomi dapat mendukung terhadap pemberdayaan tukang ojek.

Baca Juga:   Puskesmas di Tasikmalaya Disiagakan Antisipasi Penularan Hepatitis A

Tata cara pembayarannya cukup sederhan, tukang ojek dibayar oleh si ibu hamil penerima BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran) dan jampersal melalui Puskesmas Cihurip. Sedangkan ibu hamil non BPJS PBI dan non Jampersal biaya transportnya dibayar langsung keluarga ibu hamil. ***

Komentar