oleh

Tepati Janji, di Tahun 2019 Kang Emil Akan “Ngabret” Bangun Jabar

GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan akan “ngabret” (bahasa Sunda yang artinya mengebut) untuk menunaikan janji-janjinya seperti memulai untuk menggarap lebih dari 40 proyek strategis di tahun 2019.

“Mudah-mudahan 2019 kita fokus `ngabret` membangun, menunaikan janji, melayani masyarakat membangun Jawa Barat yang `Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur`. Saya juga berharap mudah-mudahan Jawa Barat dijauhkan dari bencana marabahaya,” kata Kang Emil, Selasa (1/1/2019).

Dia menghabiskan malam pergantian tahun dengan muhasabah dan refleksi akhir tahun yang digelar Harian Republika di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Jalan Dipenogoro, Kota Bandung.

Baca Juga:   Garut dan 12 Daerah Lain Terpilih Sebagai Kabupaten Terkreatif Se-Jabar

Kang Emil mengatakan 40 proyek yang bakal dikerjakan meliputi pembangunan infrastruktur serta revitalisasi kawasan wisata di Jawa Barat.

Adapun proyek yang akan dikebut di antaranya revitalisasi Kalimalang, Waduk Darma, Pantai Pangandaran, Situ Bagendit, Situ Ciburuy, Gunung Padang serta pembangunan alun-alun di Cirebon, Sumedang, Tasikmalaya dan Sukabumi.

“Mudah-mudahan kita bertemu lagi di Desember 2019 semua perubahan yang dijanjikan selama kampanye Insya Allah semua bermuara pada hasil maksimal,” katanya.

“Mulai jalan mulus, pariwisata, pendidikan karakter, desa mandiri dan segala rupa. Semua dimensi kita sentuh termasuk dimensi keagamaan dengan programnya. Inilah wajah Jabar yang harus kita jaga sebagai provinsi paling inovatif di Indonesia,” tutur Emil.

Baca Juga:   PKB Ingin 10 Menteri Kabinet, JK Sebut Itu Berlebihan

Dia berharap kelancaran dalam pembangunan. “Saya pesan jangan bertengkar, mulai dari pikiran, lisan, tulisan sehingga pilihan di April nanti bebas, karena itu hak masing-masing, tapi jangan mengganggu ukhuwah Islamiyah kita,” katanya.

Muhasabah akhir tahun, kata Emil, menjadi salah satu agenda tahunan yang berfaedah.

Dia mengimbau warga supaya tidak merayakan malam pergantian tahun?secara berlebihan. Malam tahun baru lebih baik diisi dengan perenungan sebagai refleksi diri untuk hadirnya pribadi yang lebih berkualitas.

Baca Juga:   Gubernur Jabar: Rumah Impian Tukang Cukur di Garut Segera Terwujud

“Tahun ini banyak bencana, musibah, setahun ini ada tsunami di beberapa lokasi. Saya mengimbau masyarakat Jawa Barat kurangi perayaan terlalu ramai,” ujar Emil.

Pada muhasabah akhir tahun di Pusdai ini diisi dengan ceramah dan tausiyah dari Ustadz Tengku Maulana dan Ustaz Budi Prayitno. Dalam kesempatan ini, juga terdapat stan dan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh jamaah. (Ant/Gun)


Komentar

Berita Terkait