Jawa Barat

Hanya 51 SMA/SMK di Jabar yang Diperbolehkan Menggelar KBM Tatap Muka

×

Hanya 51 SMA/SMK di Jabar yang Diperbolehkan Menggelar KBM Tatap Muka

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- KBM tatap muka.

GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) Dedi Supandi memastikan hanya ada 51 sekolah tingkat SMA/SMK di Jabar yang diperbolehkan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Pertimbangannya, ujar dia, sekolah tersebut berada di zona hijau dan di daerah tersebut konektivitas internetnya rendah. Sehingga, KBM tidak memungkinkan dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring (online).

“Untuk sekolah yang kita putuskan bisa membuka KBM tatap muka, itu selain dia di zona hijau terus memiliki konektivitas internet rendah. Ada 51 sekolah,” ujar Dedi, Minggu (20/9/2020).

Baca Juga:   Sejumlah Sekolah di Garut Siap Laksanakan KBM Secara Tatap Muka

Ia mengatakan, awalnya ada 71 sekolah yang diizinkan buka. Tetapi, dilihat dari kestabilan zona hijau Covid-19-nya, perubahan warna zona dari hijau ke kuning atau oranye hanya 51 sekolah yang diizinkan.

“Setelah kita pelajari lewat data, setelah kita koordinasi dengan vendor dan Telkomsel, melihat kondisi yang ada, di lihat dari jumlah sekolah yang boleh buka hanya 51 sekolah yang memiliki konektivitas internet yang rendah,” ujar Dedi.

Baca Juga:   Komisi I DPRD Jabar Temui Bupati Garut, Bahas Pemekaran Garut Selatan

Sementara itu 20 sekolah lainnya, masih memiliki konektivitas internet yang memadai untuk dilakukan PJJ. “Tetapi dari yang 51 sekolah ini, ada sekolah yang memang dari segi prasarannya belum (terpenuhi),” katanya.

Dedi menuturkan, rata-rata sekolah yang menggelar KBM tatap muka ini berada di wilayah pinggiran Selatan Jawa Barat, maupun di wilayah Majalengka dan Indramayu. (dtc)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *