GOSIPGARUT.ID — Tokoh masyarakat Garut Utara Rd. H. Holil Aksan Umarzen merasa yakin jika petahana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan cawapres KH. Ma’ruf Amin akan kembali terpilih dalam pemilihan presiden (Pilpres) tanggal 17 April mendatang.
Keyakinan Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Provinsi Jawa Barat itu, karena didasari oleh besarnya peluang pasangan Jokowi — Ma’ruf untuk memenangkan Pilpres tersebut ketimbang pasangan lawannya, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.
“Peluang Pak Jokowi sangat besar untuk memenangkan Pilpres pada periode kali kedua. Karena terpilihnya Pak Jokowi jadi Presiden semata-mata atas kehendak Allah SWT,” kata pengusaha yang bergerak di bidang travel, umroh, dan haji ini, Rabu (20/2/2019).
Ia mengatakan, banyak pihak — termasuk dirinya yang berketetapan hati (konsisten) untuk memilih Jokowi menjadi pemimpin. Soal konsistensi (istiqomah) tersebut bukan saja berlaku dalam urusan agama, atau akidah. Tetapi juga berlaku dalam urusan politilik, termasuk dalam memilih Capres pada Pilpres.
“Jika melihat keberhasilan sosok Pak Jokowi memimpin suatu bangsa, tentu tidak dilihat dari sisi hasil akhir saja, tetapi juga dilihat bagaimana Pak Jokowi berproses sebagai pemimpin,” kata Holil.
Pertama, sambung dia, Jokowi mengawali karier politiknya sebagai Walikota Solo selama dua periode dan prestasinya menonjol, lalu terpilih sebagai Gubernur DKI, kemudian pada tahun 2014 terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Pak Jokowi adalah sosok pemimpin bangsa yang merakyat dan bersahaja namun memiliki intelektualitas dan wawasan luas, juga pandai menempatkan diri,” tandas Holil.
Jokowi, dikatakan dia, bukan turunan ningrat yang lazim disebut turunan darah biru, melainkan turunan rakyat biasa yang hidup susah di masa kecilnya. Sekalipun jadi pengusaha, bukan pengusaha nasional, bukan pengusaha kakap, bukan juga mafia. Jokowi adalah seorang pengusaha kelas daerah, pengusaha mebel.
“Awalnya sebagai rakyat biasa, menempuh pendidikannya pun tidak di luar negeri, hanya pendidikan lokal di UGM bergelar Insinyur,” kata Holil.
Ia menambahkan, meskipun Jokowi bukan Capres dari hasil ijtima ulama, tetapi yang terpenting dia bersanding dengan cawapresnya yang seorang ulama besar. Dan yang terpenting lagi, Jokowi nyapres bahkan terpilih menjadi presiden karena kehendak Allah SWT.
“Saya merasa yakin Pak Jokowi terpilih sebagai presiden semata – mata kehendak Allah SWT. Pak Jokowi dianugrahkan kepada bangsa Indonesia untuk mengembalikan harga diri dan kedaulatan bangsa,” kata Holil.
Holil memaparkan, tanda kecintaan dan kepercayaan Allah SWT kepada Jokowi, dalam memberikan jabatan tinggi (presiden) tidak harus ditebus dengan upaya-upaya kotor dan menghalalkan segala cara. Melainkan hanya mengandalkan dukungan dan kecintaan rakyat juga segenap anak bangsa.
“Hal tersebut sudah dialami sejak Pilpres 2014. Buktinya, waktu itu Pak Jokowi terpilih menjadi presiden,” ucap dia. (Baden A/Gun)



.png)











