Berita

Tokoh Garut Ini Dapat Hadiah Kehormatan Pemangku Budaya Dinasti Qing, Berupa Apa?

×

Tokoh Garut Ini Dapat Hadiah Kehormatan Pemangku Budaya Dinasti Qing, Berupa Apa?

Sebarkan artikel ini
Holil Aksan Umarzen saat menerima hadiah kehormatan dari Pemangku Budaya Dinasti Qing China, yakni Master Wang Xu Liang.

GOSIPGARUT.ID — Tokoh Kabupaten Garut yang juga Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen, mengaku mendapat hadiah kehormatan dari Pemangku Budaya Dinasti Qing China, yakni Master Wang Xu Liang.

Menurut Holil, hadiah berupa benda bernilai seni tinggi itu diserahkan pemberinya saat berkunjung ke Garut pada tahun 2018, tepatnya di objek wisata Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler.

Lalu berupa benda apa hadiah yang diberikan Master Wang Xu Liang kepada Holil Aksan Umarzen itu?

“Benda itu berupa kaligrafi bertuliskan aksara China (Tionghoa). Dinamai kaligrafi mulia dan makmur,” jawab Holil kepada GOSIPGARUT.ID, Minggu (20/7/2025).

Ia menyampaikan, kaligrafi agung ini memuat dua karakter utama dalam aksara Tionghoa: 荣 (Róng) yang berarti kemuliaan, dan 繁 (Fán) yang berarti kemakmuran.

Baca Juga:   Ketua PM Garut Utara: Jadikan Masjid Garda Terdepan Atasi Pandemi Covid-19

“Sebuah ungkapan luhur yang diwariskan dari tradisi Dinasti Qing, kini dititipkan kepada Tanah Pasundan sebagai lambang silaturahmi budaya dan spiritualitas lintas peradaban,” jelas Holil.

Mengapa Holil bisa mendapat hadiah kehormatan itu? Ia menjelaskan, dalam konteks karena Holil merupakan tokoh budaya sekaligus pemimpin masyarakat Garut Utara.

Kaligrafi ini, tambah Holil, mengandung makna mendalam: bahwa kemakmuran sejati hanya dapat dicapai melalui kemuliaan sumber daya manusia — dengan ilmu pengetahuan sebagai dasar, budaya sebagai akar, agama sebagai cahaya, dan adab sebagai mahkota.

Baca Juga:   Gubernur Jabar Instruksikan Bupati/Walikota Waspada Penyakit DBD

“Sementara pesan utama yang terkandung dalam kaligrafi tersebut: Mulia dan makmur bukan sekadar hiasan kata, tetapi cermin cita-cita peradaban. Kaligrafi ini menjadi penanda bahwa kekuatan sejati sebuah masyarakat terletak pada keluhuran budi dan harmoni dalam berpikir, bersikap, dan berkarya,” terangnya.

Hadiah batu akik

Selain mendapat hadiah kaligrafi dari Pemangku Budaya Dinasti Qing China, ternyata sebelumnya Holil pun pernah menerima hadiah cukup berharga juga. Namun pemberi hadiah ini adalah warga Indonesia sendiri, sesama pecinta batu akik.

“Hadiah tersebut saya terima pada tahun 2015. Yaitu berupa batu akik yang bernama Pandan Nanas Lawas,” kata Holil.

Batu unik itu berwarna kuning keemasan, kata dia, dikenal sebagai Pandan Nanas Lawas, dengan motif khas menyerupai jeruk garut. Batu ini bukan sekadar hiasan,
melainkan simbol sejarah dan kehangatan hati.

Baca Juga:   Ditemukan Kasus Positif Corona, Enam Daerah di Garut Harus Lakukan Isolasi

🔸 Warna dan motif: Kuning cerah bercorak serat nanas, melambangkan semangat hidup, keikhlasan, dan daya pikat alami.

🔸 Filosofi: Menghadirkan aura optimisme, keseimbangan batin, serta energi penyembuhan emosional.

🔸 Khasiat tradisional: Diyakini membawa keberuntungan, wibawa halus, dan daya tarik spiritual.

🔸 Nilai koleksi: Batu lawas, jarang ditemukan, dengan karakter alami yang memikat. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *