Olahraga

Porsadin Garut Usai, FKDT Siapkan Evaluasi Besar-besaran: Kepanitiaan hingga Fasilitas Disorot

×

Porsadin Garut Usai, FKDT Siapkan Evaluasi Besar-besaran: Kepanitiaan hingga Fasilitas Disorot

Sebarkan artikel ini
Gedung DPC FKDT Kabupaten Garut.

GOSIPGARUT.ID — Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah atau Porsadin Kabupaten Garut baru saja berakhir. Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Garut belum mau menyimpulkan berbagai persoalan yang muncul selama kegiatan. Organisasi itu memilih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Porsadin di Kecamatan Cikajang.

Porsadin digelar selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026. Evaluasi akan mencakup kinerja kepanitiaan, teknis pelaksanaan, administrasi, fasilitas pendukung hingga sejumlah komplain dari peserta dan pihak terkait.

Sekretaris DPC FKDT Kabupaten Garut, Ceng Zaki, mengatakan evaluasi belum bisa dilakukan sehari setelah kegiatan berakhir. Pengurus masih memberi waktu kepada seluruh pihak untuk beristirahat sebelum menggelar evaluasi internal.

“Untuk permasalahan yang terjadi di Porsadin belum bisa disimpulkan karena acaranya baru beres tadi malam. Kita masih dalam tahap istirahat dahulu,” kata Zaki saat ditemui di Kantor DPC FKDT Garut, Jalan Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin, 24 Agustus 2026.

Baca Juga:   Pembagunan Sarana Olahraga di Garut Mandeg Akibat Realokasi Anggaran

Namun FKDT memastikan evaluasi akan dilakukan secara serius. Tidak hanya menyoroti persoalan teknis, pengurus juga akan memeriksa kinerja kepanitiaan yang bertanggung jawab langsung terhadap pelaksanaan Porsadin.

“Kita akan evaluasi internal secara besar-besaran, yang meliputi semua hal, khususnya terkait kepanitiaan,” ujar Zaki.

Kepanitiaan Jadi Titik Evaluasi

Zaki menjelaskan FKDT memiliki mekanisme organisasi dalam setiap penyelenggaraan kegiatan. Kepanitiaan dibentuk melalui surat keputusan atau SK. Setelah panitia terbentuk, pengurus DPC menjalankan fungsi monitoring dan pengawasan.

“Setiap kegiatan itu pasti dibentuk kepanitiaan dan ada SK-nya. Kami konsisten dengan tertib administrasi,” katanya.

Menurut Zaki, mekanisme tersebut membuat pengurus tidak masuk terlalu jauh ke ranah teknis panitia. Pembagian kewenangan diperlukan agar setiap pihak menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya.

“Setelah kepanitiaan terbentuk, pengurus lebih pada monitoring dan mengawasi bagaimana kegiatan tersebut berjalan,” ujarnya.

Baca Juga:   Persigarsel Siap Berlaga di Liga 3 dan Akan Melepas Saham ke Publik

FKDT juga membuka ruang untuk menelusuri berbagai keluhan yang muncul setelah Porsadin. Namun Zaki meminta setiap komplain disampaikan secara jelas dan tidak berhenti pada informasi yang bersifat umum.

“Kalau memang ada kekecewaan atau komplain, harus disampaikan secara gamblang. Kecamatan mana yang komplain, apa masalahnya, semuanya harus jelas,” kata dia.

Ia mengingatkan pengurus tidak ingin membuat kesimpulan sebelum mengetahui persoalan secara utuh. Klarifikasi terhadap pihak yang menyampaikan keluhan akan menjadi bagian dari proses evaluasi.

Fasilitas Porsadin Turut Disorot

Selain kepanitiaan, FKDT mengakui masih terdapat kekurangan fasilitas dalam pelaksanaan Porsadin. Salah satunya penerangan atau lampu yang dinilai belum optimal.

Kekurangan itu akan dimasukkan dalam evaluasi. FKDT menyatakan persoalan tersebut harus menjadi catatan agar penyelenggaraan kegiatan selanjutnya tidak mengulang masalah serupa.

Baca Juga:   Dana BOS dan PKBM di Garut Disorot, GIPS: Setiap Rupiah Harus Bersih dari Penyimpangan

Evaluasi juga menjadi momentum bagi FKDT untuk melihat kembali kualitas pelayanan kepada peserta. Porsadin bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi santri diniyah untuk mengembangkan kemampuan olahraga dan seni.

Di sisi lain, FKDT Garut tengah mengupayakan pembinaan bagi para juara Porsadin. Prestasi peserta dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak berhenti setelah pertandingan berakhir.

“Kita sedang mengusahakan pembinaan kepada para juara. Mereka sudah berjuang dan tentunya harus ada perhatian dari organisasi,” ujar Zaki.

FKDT berharap evaluasi Porsadin Cikajang menghasilkan perbaikan konkret. Mulai dari kepanitiaan, administrasi, fasilitas hingga pelayanan peserta. Hasil evaluasi akan menjadi pijakan bagi penyelenggaraan kegiatan FKDT berikutnya agar lebih tertib, profesional dan minim persoalan. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *