Kesehatan

Atasi Ketergantungan Rujukan Bandung, Klinik Armina Buka Layanan Tumbuh Kembang Anak di Garut

×

Atasi Ketergantungan Rujukan Bandung, Klinik Armina Buka Layanan Tumbuh Kembang Anak di Garut

Sebarkan artikel ini
Peresmian Klinik Armina membuka layanan tumguh kembang anak, Sabtu (22/8/2026).

GOSIPGARUT.ID — Minimnya fasilitas medis spesialis dan tingginya ketergantungan rujukan berobat ke luar daerah terus membayangi pelayanan kesehatan di Kabupaten Garut. Menjawab krisis tersebut, Klinik Armina resmi beroperasi di Kecamatan Samarang, mengusung misi strategis: memotong rantai rujukan pasien anak ke Kota Bandung sekaligus memperkuat benteng pertahanan kesehatan ibu dan bayi di tingkat tapak.

Kehadiran klinik ini menyasar celah krusial dalam peta medis daerah. Pembina Klinik Armina yang juga mantan Wakil Bupati Garut dua periode, Helmi Budiman, mengungkapkan bahwa penanganan spesialis tumbuh kembang anak selama ini menjadi beban berat bagi warga lokal karena minimnya fasilitas di tingkat kabupaten.

“Terutama spesialis anak yang lebih khusus ke arah bagaimana menangani tumbuh kembang. Selama ini penanganan tumbuh kembang di Kabupaten Garut lebih banyak dirujuk ke Bandung,” ujar Helmi.

Baca Juga:   274 Siswa SD di Garut Sempat Tak Masuk Dapodik, Disdik Pastikan Kini Sudah Terdaftar

Tak sekadar menjadi alternatif berobat, Klinik Armina tengah menggenjot proses administrasi agar dapat terintegrasi dengan jaringan BPJS Kesehatan. Langkah ini diambil untuk memastikan akses medis berkualitas tak hanya dinikmati kelompok tertentu. “Untuk BPJS ini masih dalam proses mendapatkan izin. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi alternatif berobat bagi masyarakat Garut,” tuturnya.

Inisiatif ini kian mendesak mengingat Kabupaten Garut hingga kini belum memiliki Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) mandiri. Di tengah nihilnya RSIA, strategi memperbanyak klinik tumbuh kembang dan kesehatan ibu-anak menjadi benteng darurat yang paling rasional. “Rumah sakit ibu dan anak kita belum ada. Alternatifnya adalah membuat klinik ibu dan anak lebih banyak. Mudah-mudahan ini menjadi solusi,” kata Helmi.

Sinyal positif datang dari Pemerintah Kabupaten Garut. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengakui keterbatasan daya tampung rumah sakit daerah membuat keterlibatan sektor swasta menjadi krusial.

Baca Juga:   Kasus HIV/AIDS di Garut Kian Memprihatinkan, Terus Bertambah dan Menyebar ke Seluruh Kecamatan

“Dengan adanya Klinik Armina ini, Pemerintah Kabupaten Garut merasa sangat terbantu sekali, terutama dalam kesehatan ibu dan anak,” tegas Abdusy. Pihaknya kini terus bergerilya mendorong dukungan dari pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat, hingga institusi pendidikan untuk menambah sesegera mungkin kapasitas rumah sakit di Garut.

Dampak presisi dari kehadiran fasilitas baru ini dirasakan langsung di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya, Kecamatan Samarang dan sekitarnya. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, menekankan bahwa wilayah tersebut memikul urgensi tinggi terkait kasus kematian bayi.

Leli membeberkan bentang masalah medis yang dihadapi lapangan. Komplikasi fatal pada ibu hamil masih didominasi oleh hipertensi dan pendarahan hebat. Sementara pada bayi, ancaman terbesar bersumber dari kasus Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) serta kelahiran prematur—dua kondisi yang rentan memicu krisis pernapasan dan gangguan pembuluh darah.

Baca Juga:   Garut Bebas Pengemis dan Pengamen: Gagasan Wakil Bupati Putri Karlina dan Peran Desa dalam Penertiban Sosial

Meski demikian, angka kematian ibu di Garut melandai ke kisaran 20 kasus pada tahun ini, membaik dari periode sebelumnya. “Sekarang untuk kematian ibu sekitar 20, sudah lebih turun daripada tahun kemarin. Mudah-mudahan kematian bayi juga ikut menurun,” kata Leli.

Dengan beroperasinya Klinik Armina, percepatan intervensi medis untuk ibu hamil, persalinan berisiko, hingga penanganan dini tumbuh kembang anak kini tak lagi harus menyita waktu dan biaya menembus rujukan ke luar daerah. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *