Olahraga

Petaka Menit Ke-70 di Garut: Wasit Disundul, Panitia Dipukul pada Piala Soeratin

×

Petaka Menit Ke-70 di Garut: Wasit Disundul, Panitia Dipukul pada Piala Soeratin

Sebarkan artikel ini
Ketua Panitia Pelaksana Piala Soeratin U-13 dan U-15 Zona Priangan Timur, Firman Fauzi Samsudin.

GOSIPGARUT.ID — Keputusan penalti di menit-menit akhir membakar laga penentuan Piala Soeratin U-15 2026 Zona Priangan Timur di Kabupaten Garut, Sabtu (22/8/2026). Laga krusial antara Tasik Raya dan Banjar Patroman FA berakhir imbang 1-1, memicu amuk pemain, interupsi penonton, hingga aksi kekerasan terhadap perangkat pertandingan.

Petaka Tasik Raya bermula di kisaran menit ke-70. Sempat unggul 1-0 sejak babak pertama, kemenangan yang sudah di depan mata sirna saat striker Banjar Patroman FA berbenturan dengan kiper Tasik Raya di kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti berjalan mulus, menyamakan kedudukan sekaligus mendepak Tasik Raya dari persaingan. Skor seri meloloskan Banjar Patroman FA bersama Versitas ke babak delapan besar.

Peluit panjang ditiup, emosi meluap. Para pemain dan official Tasik Raya mengepung wasit. “Setelah peluit akhir, seluruh pemain menyerang perangkat pertandingan. Bahkan saya melihat sendiri ada yang menyundul wasit dengan kepala dan ada videonya,” kata Ketua Panitia Pelaksana Piala Soeratin U-13 dan U-15 Zona Priangan Timur, Firman Fauzi Samsudin.

Baca Juga:   Penerimaan CPNS 2019 di Garut Hanya untuk Guru, Penyuluh, dan Tenaga Kesehatan

Situasi kian liar. Penonton memanjat pagar pembatas dan merangsek ke area podium. Pemain yang frustrasi mulai merusak fasilitas lapangan. Upaya panitia menghadang perusakan justru memicu bentrok fisik hingga seorang personel panitia kena jotos official.

Firman menegaskan kepemimpinan wasit sepenuhnya independen. Klarifikasi selama 30 menit pascapertandingan menegaskan penilaian wasit: benturan di kotak penalti adalah pelanggaran mutlak. “Kami tidak bisa men-judge keputusan wasit itu benar atau tidak. Sudut pandang penonton, panitia, dan wasit berbeda,” ujarnya.

Baca Juga:   Ini Sosok Miljan Radovic yang Ditunjuk Jadi Pelatih Persib

Panitia menyayangkan aksi main hakim sendiri di kompetisi usia muda. Firman menekankan bahwa ketidakpuasan wajib disalurkan lewat mekanisme protes resmi, bukan dengan kepalan tangan. Meski berujung ricuh, hasil pertandingan tak berubah dan kelanjutan kompetisi dipastikan tetap berjalan di bawah evaluasi ketat keamanan. (Yuyus)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *