GOSIPGARUT.ID — Sinergi antara kepolisian dan tokoh agama di Kabupaten Garut semakin menguat. Satuan Binmas Polres Garut resmi melantik 60 Da’i Kamtibmas di Garut bagian timur yang siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan dakwah.
Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kecamatan Wanaraja, Selasa (21/10/2025). Acara dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Garut AKP Aam Kunaepi, serta dihadiri Kapolsek Wanaraja AKP Abusono, Ketua MUI Kecamatan Wanaraja, Sucinaraja, dan Pangatikan, serta Ketua Da’i Kamtibmas Polres Garut KH. Yayan Ahmad Muzaki bersama jajaran pengurus.
Dari kegiatan ini, tiga kecamatan — Wanaraja, Pangatikan, dan Sucinaraja — kini masing-masing memiliki kepemimpinan Da’i Kamtibmas sendiri. Ustad Dudang dipercaya memimpin wilayah Wanaraja, Ustad Oki Sujana memimpin Pangatikan, dan Ustad Dadang Ridwan bertugas di Sucinaraja. Secara keseluruhan, terdapat 120 anggota yang siap bergerak di akar rumput.
Dalam sambutannya, AKP Aam Kunaepi menekankan bahwa Da’i Kamtibmas bukan sekadar penyampai ceramah, melainkan mitra strategis Polri dalam membangun masyarakat yang damai dan religius.
“Da’i Kamtibmas bukan hanya penyampai dakwah, tetapi juga duta kedamaian yang membantu Polri membangun masyarakat religius, toleran, dan cinta tanah air,” ujar Aam.
Prosesi pelantikan juga ditandai dengan penyematan jaket dan sorban Da’i Kamtibmas, simbol tanggung jawab moral dan pengabdian di tengah masyarakat.
Kehadiran para da’i ini diharapkan menjadi penghubung antara ulama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan, menciptakan sinergi yang kuat dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah Garut bagian timur.
Dengan langkah ini, Wanaraja dan dua kecamatan lainnya kini memiliki pasukan dakwah keamanan — bukan hanya untuk menebar pesan keagamaan, tapi juga menjaga harmoni dan persatuan di tengah masyarakat. ***



.png)











