GOSIPGARUT.ID — Peristiwa tragis di Situ Salawe, Desa Barudua, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, yang merenggut nyawa seorang wisatawan asal Kabupaten Tasikmalaya, memunculkan gelombang kritik terhadap kebijakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut.
Dedi Satriandhi, pemerhati pariwisata sekaligus mantan Sekretaris/Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) serta penggagas Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar), menyampaikan dukacita mendalam atas insiden tersebut. Namun ia juga menyoroti langkah pemerintah daerah yang dinilai terlalu reaktif.
“Saya pribadi turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Tapi kebijakan menutup Situ Salawe tanpa batas waktu itu tidak berprinsip pada kemanusiaan dan keadilan,” ujar Dedi, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, pihak pengelola destinasi sebenarnya telah membantu keluarga korban hingga proses pemakaman, bahkan tiket masuk Situ Salawe juga sudah termasuk asuransi bagi pengunjung. Namun, Disparbud Garut memilih menutup total destinasi itu.
“Kalau alasannya keselamatan, kenapa hanya Situ Salawe yang ditutup? Padahal di pantai selatan sudah banyak wisatawan meninggal akibat ombak, tapi tidak ditutup,” tegas Dedi.
Pengusaha Lokal Terdampak
Dedi menilai kebijakan tersebut berdampak besar pada pengusaha lokal yang menggantungkan hidup dari aktivitas wisata di Situ Salawe.
“Menutup destinasi berarti memutus mata pencaharian warga. Yang seharusnya dilakukan adalah pembinaan dan perizinan bagi pengelola lokal, bukan sekadar menutup,” tambahnya.
Ia mendorong Disparbud Garut lebih adil dalam membuat kebijakan, tidak hanya fokus pada aspek tiket masuk atau target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sebagai solusi, Dedi mendorong pemerintah untuk memberikan pelatihan keselamatan dan pelayanan kepada para pengelola wisata, serta memasang rambu-rambu keselamatan di setiap objek wisata berisiko.
“Disparbud harus bertanggung jawab, bukan hanya menutup destinasi. Tanggung jawab itu diwujudkan dalam pembinaan, pelatihan, dan penyediaan fasilitas keselamatan bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” pungkasnya. (Yuyus)



.png)











