Jawa Barat

Gubernur Jabar Bekukan Dana Desa Cianaga, Buntut Balita Tewas karena Cacingan

×

Gubernur Jabar Bekukan Dana Desa Cianaga, Buntut Balita Tewas karena Cacingan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah tegas atas meninggalnya Raya (3), balita asal Desa Cianaga, Kabupaten Sukabumi, akibat infeksi cacing gelang. Dana desa yang sedianya dikucurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tahun ini resmi ditangguhkan.

“Untuk tahun ini (dana desa) tidak saya kasih,” kata Dedi di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Rabu, 20 Agustus 2025.

Menurut Dedi, keputusan ini merupakan bentuk hukuman bagi pemerintah desa yang dinilai lalai dan abai hingga tragedi tersebut terjadi. Ia menilai ada pembiaran dari perangkat desa maupun tenaga kesehatan yang seharusnya bertanggung jawab memantau tumbuh kembang balita.

Baca Juga:   Gubernur Jabar Instruksikan Kesiapsiagaan Bencana, Lima Kantor Wilayah Jadi Pusat Komando Penanganan

“Berarti kan fungsi bidan desanya tidak berjalan. Kan setiap bulan anak-anak balita harus ditimbang. Ada data di Posyandu, ada kartu bayinya. Anak itu pernah ditimbang gak? Terdata gak di posyandu? Masa sih tetangganya gak ada yang tahu? Kan gak mungkin,” ujar Dedi. “Artinya ada pembiaran, ada sikap abai.”

Selain membekukan dana desa, Dedi juga menaruh perhatian pada kondisi keluarga almarhum Raya. Orang tua balita itu, Rizaludin (32) yang mengidap TBC dan Endah (38) dengan gangguan jiwa, kini tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Welas Asih. “Hari ini saya mau nengok mereka yang di rumah sakit,” ucapnya.

Baca Juga:   Gubernur Jabar Dorong Satu Lapangan Berstandar Nasional per Kecamatan, Persib Sambut Positif untuk Pembinaan Usia Muda

Gubernur Jabar itu pun meminta Dinas Kesehatan provinsi dan Kabupaten Sukabumi untuk segera mengevaluasi kinerja puskesmas serta bidan desa. Ia menyoroti fakta bahwa justru sebuah lembaga swasta, Rumah Teduh, yang lebih dulu bergerak mengurus Raya sebelum meninggal dunia.

“Terima kasih ya, Rumah Teduh. Masa negara kalah kecepatannya sama yayasan?” kata Dedi dengan nada tegas. (IK)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *