GOSIPGARUT.ID — Setelah dua bulan absen karena menghadiri resepsi pernikahan anaknya di Bangkalan Madura, penjual sate Madura asli, Zahir Zen, kini kembali menyapa para pecinta kuliner di jalur wisata Cisewu–Pantai Rancabuaya.
Lapaknya yang berada di kompleks eks Terminal Cisewu, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, itu kembali menggoda selera warga dan wisatawan.
Zahir Zen, pria asal Kabupaten Bangkalan, Madura, telah berjualan di Cisewu sejak Agustus 2024. Dalam waktu satu tahun terakhir, warung satenya menjadi salah satu kuliner favorit di wilayah selatan Garut, terutama bagi para pelintas jalur wisata.
“Alhamdulillah, saya sudah kembali jualan lagi sejak minggu lalu. Dua bulan kemarin pulang dulu ke Madura karena ada hajatan pernikahan anak,” ungkap Zahir kepada GOSIPGARUT.ID, Sabtu (2/8/2025) sore.
Sate Madura yang dijajakan Zahir terdiri dari tiga varian: sate ayam, kambing, dan sapi. Namun, menurutnya, sate sapi justru menjadi primadona di kalangan pembeli.
“Kalau pembeli sih paling suka sate sapi. Kadang satu orang bisa pesan 20 tusuk sendiri,” ujarnya sambil tersenyum.
Warung sate ini buka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB. Zahir mengaku, penjualan terbanyak biasanya terjadi pada akhir pekan.
“Kalau Jumat dan Sabtu, bisa habis 1.000 tusuk sate. Tapi hari biasa biasanya sekitar 600 tusuk,” katanya.
Kehadiran kembali Sate Madura Zahir Zen disambut antusias warga Cisewu. Selain rasanya yang khas dengan bumbu kacang dan kecap kental, harga yang ramah di kantong serta keramahan sang penjual menjadi alasan pelanggan terus kembali.
Bagi para pelancong yang hendak menuju Pantai Rancabuaya atau menjelajah selatan Garut, warung sate ini bisa menjadi persinggahan wajib untuk mengisi tenaga.
“Sate Madura ini beda, bumbunya mantap dan dagingnya empuk. Saya udah kangen banget sejak dia libur kemarin,” kata Indra, salah satu pelanggan setia asal Talegong.
Kini, Zahir Zen kembali mengipasi bara arang di sudut eks Terminal Cisewu—membawa aroma Madura ke tanah Priangan selatan. ***



.png)






