Berita

Sudah Masuki Perhitungan Biaya, Reaktivasi Jalur KA Garut-Cikajang Bakal Telan Rp1,5 Triliun

×

Sudah Masuki Perhitungan Biaya, Reaktivasi Jalur KA Garut-Cikajang Bakal Telan Rp1,5 Triliun

Sebarkan artikel ini
Jalur kereta api Garut-Cikajang. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah berencana menghidupkan kembali (reaktivasi) sejumlah jalur kereta api (KA) di Jawa Barat yang sudah lama tidur. Termasuk jalur Garut – Cikajang sepanjang 28 kilometer.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi, mengatakan untuk reaktivasi jalur tersebut, prosesnya sudah memasuki tahap penghitungan biaya yang dibutuhkan, di mana bakal menelan biaya sebesar Rp1,5 triliun.

”Kita kemarin diundang rapat di Pakuan (rumah dinas Gubernur Jabar) bersama Pak Gubernur, ada Dirjen Perhubungan, Dirjen PT KAI, dan PT KAI-nya sendri. Biaya sudah dihitung sebesar Rp1,5 triliun, sampai jalan (operasi),” kata dia kepada wartawan, Senin (21/4/2025).

Baca Juga:   75 Siswa GIS Prima Insani Diwisuda, Pemkab Garut Apresiasi Metode Cahayaku Permudah Hafalan Alquran

Satria Budi menambahkan, untuk reaktivasi jalur KA Garut — Cikajang sudah bukan wacana lagi, tapi sudah ada feasibility study (FS)-nya. Gubernur Dedi Mulyadi meminta FS itu untuk dicek ulang.

Ia juga menjelaskan, selain itu reaktivasi jalur Garut — Cikajang kemungkinan akan dibuka pula jalur baru Garut – Jawa Tengah.

“Untuk pembukaan jalur ini, PT KAI masih mendata terlebih dahulu perlu atau tidaknya menambah jalur tersebut. PT KAI mungkin tidak mau rugi sehingga perlu masukan dari masyarakat, dengan cara membagikan kuesioner yang jawabannya akan dipertimbangkan,” ujar Satria Budi.

Baca Juga:   Prakiraan Cuaca Jawa Barat: Garut Berpotensi Hujan Lebat Siang-Sore, Waspada Petir dan Angin Kencang

Sebagai persiapan di Garut sendiri untuk kemungkinan pembukaan jalur Garut – Jateng ini, lanjut dia, Pemkab Garut akan menyiapkan 6 palang pintu kereta api, di sepanjang jalur Limbangan – Malangbong.

Sementara itu, menurut Bupati Syakur Amin, proyek reaktivasi jalur KA Garut — Cikajang bukan hanya sebatas soal transportasi, tetapi juga menyentuh aspek strategis lain seperti distribusi hasil pertanian dan penguatan sektor pariwisata daerah.

Baca Juga:   Pemkab Garut Akan Bangun Pasar Modern di Cisewu Senilai Rp4 Miliar

“Pak Gubernur Dedi Mulyadi bahkan meminta secara khusus agar disiapkan gerbong untuk produk pertanian Garut. Ini bentuk perhatian serius terhadap potensi ekonomi lokal,” ujarnya.

Syakur menyebut, distribusi hasil pertanian Garut selama ini masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi biaya dan efisiensi. (kbrn)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *