GOSIPGARUT.ID — Pemerintah berencana menghidupkan kembali (reaktivasi) sejumlah jalur kereta api (KA) di Jawa Barat yang sudah lama tidur. Termasuk jalur Garut – Cikajang sepanjang 28 kilometer.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi, mengatakan untuk reaktivasi jalur tersebut, prosesnya sudah memasuki tahap penghitungan biaya yang dibutuhkan, di mana bakal menelan biaya sebesar Rp1,5 triliun.
”Kita kemarin diundang rapat di Pakuan (rumah dinas Gubernur Jabar) bersama Pak Gubernur, ada Dirjen Perhubungan, Dirjen PT KAI, dan PT KAI-nya sendri. Biaya sudah dihitung sebesar Rp1,5 triliun, sampai jalan (operasi),” kata dia kepada wartawan, Senin (21/4/2025).
Satria Budi menambahkan, untuk reaktivasi jalur KA Garut — Cikajang sudah bukan wacana lagi, tapi sudah ada feasibility study (FS)-nya. Gubernur Dedi Mulyadi meminta FS itu untuk dicek ulang.
Ia juga menjelaskan, selain itu reaktivasi jalur Garut — Cikajang kemungkinan akan dibuka pula jalur baru Garut – Jawa Tengah.
“Untuk pembukaan jalur ini, PT KAI masih mendata terlebih dahulu perlu atau tidaknya menambah jalur tersebut. PT KAI mungkin tidak mau rugi sehingga perlu masukan dari masyarakat, dengan cara membagikan kuesioner yang jawabannya akan dipertimbangkan,” ujar Satria Budi.
Sebagai persiapan di Garut sendiri untuk kemungkinan pembukaan jalur Garut – Jateng ini, lanjut dia, Pemkab Garut akan menyiapkan 6 palang pintu kereta api, di sepanjang jalur Limbangan – Malangbong.
Sementara itu, menurut Bupati Syakur Amin, proyek reaktivasi jalur KA Garut — Cikajang bukan hanya sebatas soal transportasi, tetapi juga menyentuh aspek strategis lain seperti distribusi hasil pertanian dan penguatan sektor pariwisata daerah.
“Pak Gubernur Dedi Mulyadi bahkan meminta secara khusus agar disiapkan gerbong untuk produk pertanian Garut. Ini bentuk perhatian serius terhadap potensi ekonomi lokal,” ujarnya.
Syakur menyebut, distribusi hasil pertanian Garut selama ini masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi biaya dan efisiensi. (kbrn)



.png)











