GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memberikan sepeda motor kepada 421 desa dan 21 kelurahan masing-masing satu unit pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Garut (HJG) ke-210, Kamis (16/2/2023) lalu.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Garut, Erwin Rianto Nugraha, menegaskan bahwa sepeda motor tersebut bukan hanya untuk kepala desa (kades) saja, melainkan juga untuk kendaraan operasional pemerintah desa (pemdes).
“Iya (motor itu) untuk pemerintah desa,” tandas dia, saat dimintai komentarnya oleh wartawan, Jumat (17/2/2023.
Erwin juga menjelaskan, pemberian sepeda motor itu sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih atas kinerja pemerintah desa khususnya dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut.
“Sebagaimana Pak Bupati katakan bahwa beliau ingin lebih meningkatkan kinerja pemerintah desa, baik itu kepala desa maupun ke bawahannya (atau) aparaturnya. Alhamdulillah Garut kan dalam hal penanganan Covid-19 kemarin sudah relatif berhasil ya, Pak Bupati sampaikan rasa terima kasih atas kerja yang telah dilakukan oleh pemerintah desa tersebut,” ujarnya.
Erwin mengungkapkan bahwa pemberian motor ini juga untuk menunjang kinerja pemerintahan desa, terlebih saat ini Kabupaten Garut masih memiliki pekerjaan rumah seperti stunting hingga kemiskinan ekstrem.
“Pak Bupati memberikan sepeda motor ini dalam rangka untuk meningkatkan kinerja pemerintah desa, supaya lebih baik lagi, lebih cepat lagi, lebih tanggap lagi terhadap warga masyarakatnya. Jadi kepala desa tidak hanya duduk di kantornya, tapi lebih mobile, lebih melihat situasi kondisi sampai ke pelosok. Kalau pakai sepeda motor itu, lebih efektif ketimbang kendaraan roda empat,” ungkapnya.
Erwin memaparkan jika pengadaan kendaraan operasional untuk pemerintahan desa itu anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut, dengan besaran anggaran berkisar di angka Rp15 miliar.
Ada pun untuk jenis motor yang diberikan, tambah dia, itu merupakan usulan dari kades yang disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing desa.
“Untuk jenis motor kami menerima usulan juga. Itu bukan ditetapkan oleh kami, tapi berdasarkan usulan dari para kepala desa, sesuai dengan kondisi geografis masing-masing desa. Ada dua jenis yang diberikan. Yang pertama jenis trail, dan yang kedua jenis matic,” kata Erwin.
Ia menerangkan, dari sejumlah 421 unit motor untuk pemdes tersebut, 197 di antaranya motor matic (Yamaha N-max) dan sisanya atau 224 unit merupakan motor trail (KLX). (Yan AS)



.png)











