Berita

BPBD Jawa Barat Nyatakan Tiga Kecamatan di Garut Terdampak Gempa M 6,1

×

BPBD Jawa Barat Nyatakan Tiga Kecamatan di Garut Terdampak Gempa M 6,1

Sebarkan artikel ini
Gempa. (Foto: Ilustrasi)

GOSIPGARUT.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan tiga kecamatan di Kabupaten Garut terdampak gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,1 yang terjadi di Kabupaten Garut, Sabtu petang (3/12/2022).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jawa Barat, Sabtu malam (3/12/2022), ada lima desa di Kabupaten Garut yang terdampak gempa.

Selain itu, gempa bumi juga mengakibatkan enam unit rumah rusak, lima unit rumah terdampak dan satu unit sarana pendidikan rusak ringan di Kabupaten Garut. Lalu, seorang luka-luka akibat gempa bumi di Kabupaten Garut.

Koordinator Pusdalops PB BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, menuturkan gempa Garut dirasakan hingga Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga:   Kasus Covid-19 di Garut Terus Meningkat, Ada 10 Nakes yang Dua Kali Terpapar

Saat ini BPBD Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut dan aparat setempat.

Sementara BPBD Kabupaten Garut memastikan belum tercatat ada kerusakan bangunan atau rumah warga akibat gempa berkekuatan 6,1 magnitudo (M) yang terjadi di Kabupaten Garut, Sabtu petang.

“Untuk sejauh ini laporan dari kewilayahan, dari camat, segala macam, masih aman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi saat dikonfirmasi.

Menurutnya Bupati Garut Rudy Gunawan pun langsung memerintahkan seluruh aparat di kewilayahan untuk mengevaluasi seluruh wilayah guna mengantisipasi ada rumah warga yang rusak. Karena, kata dia, sejauh ini belum ada laporan terkait rumah rusak.

Baca Juga:   Jumlah Penumpang Bus di Garut pada Lebaran Tahun Ini Meningkat

Satria pun memastikan jika pesan berantai atau video yang beredar terkait laporan kerusakan di media sosial itu belum benar adanya.

“Hoaks itu, nggak ada, belum ada ya,” kata Satria.

Sementara itu, warga asal Garut bernama Ningrum (35) mengaku merasakan guncangan gempa tersebut. Saat itu, ia mengaku sedang berada di ruang kelas perkuliahan di salah satu universitas di Garut.

“Saya sedang di kelas, merasa ada gempa saya langsung keluar karena takut,” kata Ningrum.

Dia juga mengaku cukup trauma atas gempa yang sebelumnya pernah ia alami di Tasikmalaya pada tahun 2009. Dia pun berharap gempa yang terjadi di Garut tidak menimbulkan kerusakan apapun.

Baca Juga:   Kunjungi Rumah Rusak Terparah Akibat Gempa, Bey Machmudin Instruksikan Pj Bupati Garut Segera Perbaiki

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan 6,4 magnitudo yang mengguncang beberapa wilayah di Jawa Barat, Sabtu, berpusat di Kabupaten Garut. Kemudian BMKG meralat bahwa gempa tersebut tercatat berkekuatan 6,1 magnitudo

Gempa yang terjadi pukul 16.49 WIB itu berpusat di barat daya Kabupaten Garut dengan titik koordinat di 7.49 lintang selatan dan 107.58 bujur timur sedalam 118 kilometer. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *