Peristiwa

Berhamburan Cari Tempat Aman Saat Gempa, Kini Pasien RSUD Pameungpeuk Sundah Kembali ke Ruang Perawatan

×

Berhamburan Cari Tempat Aman Saat Gempa, Kini Pasien RSUD Pameungpeuk Sundah Kembali ke Ruang Perawatan

Sebarkan artikel ini
Pasien RSUD Pameungpeuk saat dijenguk Pj Bupati Garut Barnas Adjidin setelah sempat dipanikan dengan terjadinya gempa bumi magnitudo 6,5 yang terjadi pada Sabtu malam (27/4/2024).

GOSIPGARUT.ID — Penjabat (Pj) Bupati Garut Barnas Adjidin meninjau lokasi terdampak gempa di Kecamatan Cisompet dan Pameungpeuk. Salah satu bangunan yang rusak akibat gempa magnitudo 6,5 dan dikunjungi Barnas itu yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk, yang berlokasi di Jalan Miramareu, Kecamatan Pameungpeuk.

Didampingi Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Garut Kompol Dhoni Erwanto, Barnas Adjidin mengungkapkan pada saat kejadian sempat terjadi kepanikan di RSUD Pameungpeuk, sehingga beberapa pasien yang sedang diinfus pun memaksakan diri berhamburan menghindar dan mencari tempat yang aman.

Meski demikian, imbuh Barnas, saat ini kondisinya sudah kembali normal, dan pasien pun sudah kembali ke ruangan perawatannya masing-masing.

Baca Juga:   Banjir Bandang Terjang Dua Kecamatan di Garut, Sejumlah Rumah Terdampak

Barnas mrengatakan, upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terkait kejadian gempa tersebut, pihaknya bekerja sama dengan seluruh stakeholder bahu-membahu mensosialisasikan kepada masyarakat, terkait langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Juga tentunya dampak dari ini harus segera diselesaikan, jangan sampai ada fasilitas yang harusnya melayani tapi tidak bisa. Jadi kami harapkan dalam beberapa hari, mudah-mudahan besok Senin sudah bisa normal kembali menerima pasien seperti biasanya,” ucapnya.

Baca Juga:   Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Garut, BNPB: Satu Sekolah Rusak dan Seorang Warga Luka

Barnas mengimbau kepada masyarakat jika terjadi bencana khususnya gempa bumi, untuk memprioritaskan melakukan penyelamatan diri dan juga beberapa anggota keluarga yang memang masih harus diselamatkan, seperti anak-anak.

“Jadi jangan berpikir masalah waduh bagaimana mengamankan kendaraan, mengamankan surat-surat, perhiasan, itu tinggalkan. Jadi yang paling penting nyawa dulu, ” ucapnya.

Barnas juga berharap masyarakat harus mulai mengetahui terkait hal apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, seperti contohnya titik kumpul agar masyarakat sudah tahu harus kemana apabila terjadi bencana. (MAZ)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *