Kuliner

Surabi Bakar Berlian Garut Viral, Nikmati Kuliner Khas Sunda Berlatar Gunung Guntur, Harga Mulai Rp4.000

×

Surabi Bakar Berlian Garut Viral, Nikmati Kuliner Khas Sunda Berlatar Gunung Guntur, Harga Mulai Rp4.000

Sebarkan artikel ini
Suasana tempat menikmati Surabi Bakar Berlian yang berlokasi di Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (29/7/2026).

GOSIPGARUT.ID — Surabi Bakar Berlian menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang tengah populer di Kabupaten Garut. Berlokasi di Jalan Ibrahim Adjie (Jalan Anyar), Kecamatan Tarogong Kaler, kedai ini menawarkan sensasi menikmati surabi bakar khas Sunda dengan panorama Gunung Guntur dan hamparan sawah hijau. Tak hanya menarik warga lokal, tempat ini juga ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Popularitas Surabi Bakar Berlian meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir. Selain cita rasa surabi yang masih mempertahankan resep tradisional, suasana alam yang asri membuat banyak pengunjung menjadikannya sebagai tempat singgah sekaligus lokasi berburu foto.

Pemilik Surabi Bakar Berlian, Yopi Herdiana, mengatakan usaha tersebut lahir dari keinginannya untuk menjaga keberadaan kuliner tradisional Jawa Barat agar tetap diminati di tengah maraknya makanan modern.

“Pengennya kita itu ya kita melestarikan kuliner tradisional kita yang dari dulu. Kalau bukan kita siapa lagi?” ujar Yopi.

Menurut Yopi, surabi khas Sunda memiliki ciri yang berbeda dibandingkan surabi dari daerah lain. Teksturnya lebih tebal dan padat, dengan pilihan rasa gurih maupun manis yang beragam.

Baca Juga:   Mau Pizza Murah dan Enak? Cobain Pizza Garut yang Satu Ini

Awalnya, kedai ini hanya menjual tiga varian, yakni surabi polos, oncom, dan telur. Kini, Surabi Bakar Berlian telah menghadirkan sekitar 40 varian rasa untuk mengikuti selera konsumen, terutama kalangan muda.

“Yang tetap jadi favorit itu surabi kinca, surabi polos, dan surabi oncom. Sementara anak-anak muda banyak yang memilih varian seperti matcha,” kata Yopi.

Empat bulan setelah pindah ke lokasi baru di Jalan Ibrahim Adjie, jumlah pengunjung terus meningkat. Yopi menyebut media sosial menjadi salah satu faktor utama yang membuat Surabi Bakar Berlian semakin dikenal luas.

Banyak video yang diunggah pelanggan masuk halaman rekomendasi (FYP) di TikTok maupun platform media sosial lainnya tanpa promosi berbayar. Dampaknya, wisatawan dari luar daerah mulai berdatangan setiap hari.

Surabi Bakar Berlian.

“Sekitar 70 persen pengunjung pagi hari berasal dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, bahkan Sumatra. Kami juga menjadi salah satu titik singgah agen perjalanan sebelum wisatawan menuju Papandayan atau Darajat Pass,” ungkapnya.

Baca Juga:   Dodol Picnic Luncurkan Produk Varian Baru Bernama "Dolchoc"

Keunikan Surabi Bakar Berlian juga terletak pada proses pembuatannya yang masih menggunakan cara tradisional. Penanggung Jawab (PIC) Surabi Bakar Berlian, Roni Sukmawan, menjelaskan adonan dibuat menggunakan kelapa segar dengan parutan yang agak kasar sehingga menghasilkan tekstur gurih yang khas.

“Kelapanya menggunakan kelapa segar dengan parutan yang tidak terlalu halus. Setelah adonan siap, surabi dibakar menggunakan kayu bakar sehingga aroma dan cita rasanya tetap autentik,” kata Roni.

Untuk menu gurih, varian telur-oncom dan telur-abon menjadi favorit pelanggan. Sementara pecinta rasa manis paling banyak memilih kombinasi cokelat, keju, dan susu. Seluruh menu dijual dengan harga terjangkau, mulai Rp4.000 hingga Rp15.000 per porsi.

Pada akhir pekan, Surabi Bakar Berlian mampu menjual sekitar 1.000 porsi surabi dalam sehari. Tingginya minat masyarakat bahkan menarik perhatian sejumlah tokoh nasional. Saat berkunjung ke Garut, Bima Arya sempat mengapresiasi produk tersebut dan mendorong agar surabi dikembangkan sebagai oleh-oleh khas Garut dalam bentuk frozen food.

Baca Juga:   Lima Makanan Khas Garut yang Memikat Wisatawan, Termasuk Nasi Liwet Domba

Salah seorang pelanggan, Ani, mengaku sering kembali berkunjung karena menyukai perpaduan rasa surabi dan panorama yang ditawarkan.

“Tempatnya estetik, surabinya enak, pemandangannya juga bagus. Cocok buat santai dan foto-foto. Kalau ke Garut wajib mampir ke sini,” ujarnya.

Ke depan, pengelola berencana membuka cabang di sejumlah kota, seperti Tasikmalaya dan Jakarta. Selain memperluas pasar, langkah tersebut diharapkan semakin memperkenalkan surabi sebagai salah satu ikon kuliner dan oleh-oleh khas Garut yang mampu bersanding dengan dodol.

Surabi Bakar Berlian buka setiap hari dalam dua sesi, yakni pukul 06.00–10.00 WIB dan pukul 17.00–22.00 WIB. Selain makan di tempat, pelanggan juga dapat memesan melalui WhatsApp maupun layanan pesan antar. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *