Kesehatan

Belasan Ribu Warga Garut Berusia 50 Tahun dan Kurang Mampu Menderita Katarak

×

Belasan Ribu Warga Garut Berusia 50 Tahun dan Kurang Mampu Menderita Katarak

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Penderita katarak.

GOSIPGARUT.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut memperkirakan jumlah penduduk berusia 50 tahun menderita katarak di kabupaten ini mencapai 15.270 orang dari total populasi penduduk Garut sebanyak 2,7 juta jiwa.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kebutaan dengan angka estimasi sebanyak 12.369 jiwa. Sebagian besar penduduk menderita katarak dari kalangan penduduk kurang mampu secara ekonomi dan tinggal di daerah perdesaan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Garut Asep Surachman, mengatakan banyaknya penduduk Garut mengalami katarak menimbulkan kerugian cukup besar secara ekonomi.

“Bila dihitung dampaknya secara ekonomi dengan pendekatan Adjusted Disability Life Years maka secara signifikan sekitar Rp330 miliar per tahun populasi penderita katarak kehilangan penghasilan dan kerugian secara ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga:   Bupati Garut Bantah Isu RSUD dr. Slamet Defisit: “Hanya Penyesuaian Pendapatan”

Karenanya, sebagai upaya preventif dan mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan akibat gangguan penglihatan, lanjut Asep, sebagai bentuk tanggung jawab Pemkab Garut, Dinkes melakukan langkah strategis. Yakni melakukan deteksi dini sejak bayi dilahirkan dengan dilanjutkan pemeriksaan kesehatan mata pada anak sekolah secara berkala, serta deteksi dini gangguan penglihatan akibat katarak pada usia produktif dan lanjut usia.

Upaya kuratif juga dilakukan, antara lain dengan dilaksanakannya operasi katarak secara massal dibiayai Pemkab Garut bekerjasama dengan berbagai instansi, Pemporv Jabar dan Pemerintah Pusat, serta didukung para donatur swasta.

Baca Juga:   PKG Diluncurkan, Siswa SMP IT Al Wasilah Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berkenaan soal kesehatan mata, Kabupaten Garut sendiri ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjadi pusat lokasi penyelenggaraan Hari Penglihatan Sedunia dengan tema nasional “Mata Sehat, Milik Kita” di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kecamatan Garut Kota, Kamis (13/10/2022).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono yang hadir secara virtual melalui aplikasi Video Telekonferensi Zoom Meeting, mengatakan, gangguan penglihatan terjadi hampir di sepertiga populasi dunia saat ini. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat.

Menurut dia, gangguan penglihatan dan kebutaan tak hanya berpengaruh terhadap produktivitas melainkan juga secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap angka kemiskinan.

Baca Juga:   Gubernur Jabar Instruksikan Bupati/Walikota Waspada Penyakit DBD

Karenanya, kata Dante, penanganan yang tepat terhadap masalah penglihatan akan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Menjaga kesehatan mata dilaksanakan di seluruh siklus hidup. Namun akan lebih baik jika dimulai sedini mungkin. Hal ini dikarenakan mata berkembang pesat hingga usia dua tahun, dan terus mengalami perkembangan hingga usia 18 tahun. Oleh karena itu penting bagi kita semua untuk memberikan asupan gizi seimbang bagi anak supaya menjaga kesehatan matanya,” pungkasnya. (IK)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *