GOSIPGARUT.ID — Klinik Berkah Sehat di Jalan Purwabhakti, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat dengan menghadirkan fasilitas rawat inap yang mengedepankan kenyamanan pasien serta mengaktifkan kembali Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bagi peserta BPJS Kesehatan mulai Agustus 2026.
Pimpinan Klinik Berkah Sehat, Wanti Yuli Depiyanti, S.Tr.Keb, mengatakan, peningkatan layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen klinik untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang cepat, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.
Menurut Wanti, pasien yang menjalani rawat inap tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga suasana yang mendukung proses pemulihan. Karena itu, Klinik Berkah Sehat menyediakan kamar perawatan yang bersih, rapi, memiliki ventilasi udara yang baik, serta didukung dokter jaga selama 24 jam.
“Ketika seseorang harus dirawat, yang sering menjadi kekhawatiran bukan hanya penyakitnya, tetapi juga kenyamanan tempat perawatannya. Karena itu kami berupaya menghadirkan suasana yang membuat pasien merasa lebih tenang selama menjalani pengobatan,” ujar Wanti, Kamis (16/7/2026).
Ia menambahkan, keberadaan dokter yang bersiaga sepanjang hari memungkinkan pasien memperoleh penanganan medis lebih cepat tanpa harus menunggu lama apabila membutuhkan tindakan.
Selain melayani pasien umum, Klinik Berkah Sehat juga menerima peserta BPJS Kesehatan dari berbagai fasilitas kesehatan, termasuk peserta yang berasal dari luar Kabupaten Garut. Dengan layanan tersebut, masyarakat memiliki pilihan untuk memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terkendala domisili.
Tak hanya itu, mulai Agustus 2026 Klinik Berkah Sehat kembali menyelenggarakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Program ini ditujukan bagi peserta BPJS yang telah terdaftar di Klinik Berkah Sehat dan memiliki riwayat hipertensi maupun diabetes melitus.
Melalui program tersebut, peserta akan mendapatkan berbagai layanan kesehatan secara berkala, seperti senam Prolanis, pemeriksaan kesehatan, hingga pemeriksaan laboratorium lengkap tanpa biaya. Pemeriksaan meliputi HbA1c untuk pemantauan diabetes, kolesterol, fungsi ginjal, serta pemeriksaan penunjang lainnya yang dijadwalkan setiap enam bulan sekali.
Wanti menjelaskan, Prolanis merupakan upaya promotif dan preventif untuk membantu peserta BPJS mengendalikan penyakit kronis sekaligus mencegah munculnya komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup.
“Diabetes dan hipertensi memang merupakan penyakit yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Melalui pemeriksaan rutin dan pendampingan yang berkesinambungan, kondisi kesehatan peserta diharapkan tetap terkontrol sehingga mereka dapat menjalani aktivitas dengan lebih baik,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat yang memiliki BPJS Kesehatan dan menderita hipertensi atau diabetes melitus agar segera mendaftarkan diri ke Klinik Berkah Sehat sebelum pelaksanaan Prolanis dimulai pada Agustus mendatang.
“Kami ingin semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan ini. Dengan deteksi dini, pemeriksaan rutin, dan pengelolaan yang tepat, risiko komplikasi dapat ditekan sehingga masyarakat bisa tetap sehat dan produktif,” tutur Wanti. ***



.png)











