BeritaHeadlineKesehatan

Gubernur Jabar Instruksikan Bupati/Walikota Waspada Penyakit DBD

×

Gubernur Jabar Instruksikan Bupati/Walikota Waspada Penyakit DBD

Sebarkan artikel ini
Gubernur Ridwan Kamil. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menginstruksikan bupati dan walikota di Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue atau DBD.

“Terkait DBD, saya sudah mengoordinasikan kepada setiap bupati dan wali kota di Jabar ya ini karena sifatnya banyak teknis di lapangan, Bekasi kita monitor, Depok kita monitor,” kata Gubernur Emil, Jumat (1/2/2019).

Orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat ini mengatakan wabah DBD lebih banyak bersifat teknis di lapangan sehingga pihaknya melakukan koordinasi dan monitoring agar kasus ini tidak meluas.

Selain itu, Gubernur Emil juga mengimbau kepada seluruh warga Jawa Barat agar waspada terhadap DBD serta menghindari perilaku yang berpotensi memunculkan demam berdarah.

Baca Juga:   Kapolri Salurkan 1.479 Paket Sembako untuk Eks Karyawan PT Danbi di Garut

“Imbau terus dilakukan, termasuk di media sosial. Jadi harus mengecek jangan banyak genangan, jangan buang sampah sembarangan, fogging untuk daerah terduga sudah kita instruksikan. Intinya kita waspada tapi tidak dalam istilah KLB,” katanya.

Menurut Emil, kasus demam berdarah di Jabar secara umum masih terkendali jadi tidak perlu naik status menjadi kejadian luar biasa (KLB).

“Penetapan status KLB itu kan kalau sudah tidak terkendali sehingga harus lintas pusat pun turun. Itu masalahnya tidak merata,” ujar dia.

Baca Juga:   Libur Panjang Peringati Jumat Agung dan Paskah, KAI Daop 8 Surabaya Operasikan KA Tambahan

Sementara itu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, selama 2018 tercatat sebanyak 11.107 kasus DBD dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 55 orang.

Sementara pada 2017 tercatat 11.422 kasus dengan 56 orang yang meninggal dan dari data warga yang meninggal dalam kurun dua tahun tersebut, korban kebanyakan dari Kabupaten Cirebon yaitu 10 orang meninggal karena DBD.

Selama 2018 tersebut, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung tercatat dengan kasus DBD yang paling dominan, Kabupaten Bandung sebanyak 2.124 kasus sedangkan Kota Bandung sebanyak 2.826 kasus.

Baca Juga:   ACT Garut Adakan Operasi Pangan Gratis di Kampung Adat Dukuh Cikelet

Meski demikian, jumlah kasus di awal 2019 ini alami peningkatan dibanding awal 2018 dan pada dua pekan pertama terdapat 949 kasus, sementara selama Januari 2018 lalu 969 kasus.

Dengan adanya penurunan jumlah kasus DBD di Jabar berarti ada peningkatan pada perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Akan tetapi di sisi lain masih ada daerah dengan angka kasus yang terbilang tinggi dikarenakan PHBS yang belum banyak disadari warganya. (Ant/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *