GOSIPGARUT.ID — Dengan alasan agar tidak menimbulkan kerumunan karena masih pendemi Covid-19, baik Bupati Garut Rudy Gunawan maupun Wabup Helmi Budiman tidak menggelar open house pada hari Idul Fitri 1 Syawwal 1443 Hijriyah atau bertepatan 2 Mei 2022 Masehi.
Dengan alasan itu pula, upacara Apel Gabungan yang biasanya menandai hari pertama masuk kerja aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Garut pasca liburan panjang Idul Fitri tidak digelar di lapangan melainkan dilangsungkan secara virtual, Senin (9/5/2022).
Seorang warga Garut Ajang melalui media sosialnya bahkan sempat memposting penyesalannya tidak bisa menemui Wabup Helmi Budiman untuk bersilaturrahmi di rumah kediamannya di Intan Regency Tarogong Kidul pada hari lebaran.
Hal itu karena rumah Wabup tak menerima tamu atau kunjungan tatap muka dengan alasan pencegahan penyebaran Covid-19.
Di arah pintu masuk menuju rumah Wabup bahkan terpampang pengumuman permohonan maaf rumah Wabup tak bisa menerima tamu sementara waktu.
Anehnya, acara Halal Bihalal para pegawai Pemkab Garut yang jelas-jelas menimbulkan kerumunan justru digelar tidak secara virtual melainkan langsung bertemu muka pada hari yang sama.

Halal Bihalal dilaksanakan di area obyek wisata Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi.
Kerumunan, dan persentuhan tangan saat bersalaman yang disebut-sebut sebagai salah satu upaya pencegahan penularan Covid-19 tak ayal tak bisa dihindari. Pun jaga jarak, tampak tak lagi jadi persoalan.
Selain Bupati Rudy Gunawan dan Wabup Helmi Budiman, tampak hadir pada acara tersebut Sekda Nurdin Yanan dan para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Garut. Juga, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Garut Sirojul Munir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Garut, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan rasa syukur karena bisa menggelar acara tasyakur binikmat setelah melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadlan 1443 H.
“Saya sendiri atas nama Bupati (dan) Wakil Bupati dan isteri, menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin bilamana ada kesalahan, baik sengaja maupun tidak disengaja,” ujarnya.
Rudy juga menyampaikan permohonan maaf kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut serta masyarakat Garut yang hari ini belum terlayani. (IK)



.png)











