GOSIPGARUT.ID — Pengerjaan fisik proyek pembangunan jembatan Maktal II sudah rampung. Namun jembatan yang diklaim sebagai ikon program pembangunan Amazing Garut 2018 itu belum bisa dioperasikan.
Jembatan yang melintasi Sungai Cimanuk dibangun dengan biaya sekitar Rp6,3 miliar sebagai bagian kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Paskabencana Banjir Cimanuk itu hanya menjadi tontonan dan tempat nongkrong warga.
Sekali-kali tampak kendaraan roda dua menerobos melintas menghindari antrean kendaraan di lintasan jembatan Maktal I (jembatan lama) yang dilengkapi rambu lampu lalu lintas. Terlebih di kedua ujung jembatan Maktal II tak ada perintang jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut Uu Saepudin mengatakan, Jembatan Maktal II belum dilakukan serah terima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut kepada Dinas PUPR Garut.
“Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah ada serah terima dari BPBD ke PUPR,” kata Uu kepada wartawan, Senin (28/1/2019).
Ditanya mengenai kelengkapan penunjang infrastruktur jembatan, seperti rambu lampu lalu lintas, Uu menyebutkan hal itu kewenangan pihak lain.
Jembatan sepanjang 45 meter dengan lebar 7 meter itu menghubungkan Kecamatan Garutkota dengan Kecamatan Tarogongkidul, Tarogongkaler, dan sekitarnya. Jembatan Maktal II dibangun untuk mengurai kemacetan kendaraan yang kerap terjadi di daerah Maktal perempatan Jalan RSU — Jalan Papandayan — Jalan Raya Cimanuk Garutkota.
Selain itu, Jembatan Maktal I yang sudah berusia 192 tahun dinilai rawan dengan kapasitas terbatas untuk kendaraan bertekanan gandar lima ton. Padahal Jembatan Maktal I sering dilintasi kendaraan besar berkapasitas 15 ton.
Dikonfirmasi, Kepala Pelaksana BPBD Garut Dadi Djakaria menyebutkan, pihaknya masih menunggu pihak Dinas PUPR untuk melakukan penyerahterimaan pembangunan jembatan Maktal II itu. (IK/Gun)


.png)











