Berita

Pasien Positif Covid-19 di Garut yang Meninggal Dunia Bertambah Dua, Total Jadi 25

×

Pasien Positif Covid-19 di Garut yang Meninggal Dunia Bertambah Dua, Total Jadi 25

Sebarkan artikel ini
Simulasi penanganan pasien corona di RSHS Bandung. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menyebutkan ada penambahan kasus meninggal dunia pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah itu, yaitu dua pasien lanjut usia sehingga total kasus meninggal secara akumulasi sebanyak 25 orang.

“Dilaporkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Garut sebanyak dua orang, yaitu perempuan usia 75 tahun dari Kecamatan Wanaraja dan laki-laki usia 55 tahun dari Kecamatan Tarogong Kidul,” kata Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Garut Yeni Yunita, Selasa (17/11/2020).

Ia menjelaskan pandemi Covid-19 di Garut masih terjadi, bahkan setiap hari ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan tes usap.

Baca Juga:   Seorang Pengunjung Pasar Mandalagiri Garut Tiba-tiba Pingsan Lalu Meninggal Dunia

Laporan terakhir, kata Yeni, berdasarkan hasil tes usap di laboratorium RSUD dr Slamet Garut sebanyak 17 orang dan satu kasus ditemukan di fasilitas pelayanan rumah sakit lain di Garut.

Ia menuturkan, secara akumulasi kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.272 kasus. Terdiri dari 541 kasus menjalani perawatan medis di rumah sakit, 706 orang dinyatakan sembuh, dan 25 orang meninggal dunia.

Baca Juga:   Dirut KAI Sapa Pelanggan dan Sampaikan Permohonan Maaf atas Keterlambatan KA Akibat Banjir di Grobogan

“Konfirmasi positif 1.272 kasus, 541 kasus isolasi di rumah sakit, 706 kasus sembuh, dan 25 kasus meninggal,” ujar Yeni.

Ia mengatakan bahwa tim Gugus Tugas terus melakukan penelusuran dan tes usap terhadap warga yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19 maupun orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus tersebut.

Baca Juga:   Ustadz Solmed Resmi Laporkan Panitia Pengajian Hingga Kades Cisewu

Menurut Yeni, kasus penularan Covid-19 di klaster keluarga masih terjadi cukup tinggi sehingga harus diwaspadai karena penularannya cepat terjadi dari satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya.

“Oleh karena itu, upaya pencegahan menjadi sangat penting, dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri,” katanya. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *