GOSIPGARUT.ID — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Garut bersiap menggelar rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (Milad) ke-33 yang dipadukan dengan Peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Kepala MTsN 3 Garut, Wawan Suwandani, S.Pd.I., menyatakan bahwa seluruh rangkaian acara ini dirancang untuk mengasah potensi para siswa sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat luas.
”Kami ingin menjadikan momentum milad ke-33 dan Hari Santri ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan wadah edukasi, pembinaan karakter, dan syiar Islam yang berdampak nyata bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat umum,” ujar Wawan Suwandani, Rabu, 7 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Selasa, 20 Oktober 2026. Pada tahap awal, sekolah menggelar kompetisi internal antar-siswa untuk menyaring bakat dan minat peserta didik.
Cabang yang diperlombakan meliputi Lomba Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Indonesia, serta Solo Vokal. Lomba ini ditujukan untuk melatih keberanian, keterampilan berbahasa, dan rasa percaya diri para siswa di atas panggung.
Puncak perayaan yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026, akan menghadirkan dua agenda utama yang berorientasi pada edukasi dan spiritualitas. Pada pagi hari, kegiatan dibuka dengan sesi Literasi Bahaya Minuman Keras (Miras) dan Narkoba.
Program pencegahan ini menghadirkan Anggota Komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat asal Garut Selatan, H. Tom Maskun, sebagai pembicara utama untuk memberikan pemahaman langsung kepada para siswa mengenai ancaman zat adiktif bagi masa depan generasi muda.
Usai sesi edukasi bahaya narkoba, acara berlanjut ke panggung utama pada pukul 10.00 WIB untuk menggelar Tabligh Akbar. MTsN 3 Garut secara khusus menghadirkan Ustadzah Awit Fitriani sebagai penceramah utama. Kehadiran penceramah kondang ini diproyeksikan menjadi daya tarik utama yang dinantikan oleh para santri, wali murid, dan warga sekitar.
Wawan menegaskan bahwa acara Tabligh Akbar bersama Ustadzah Awit Fitriani ini terbuka luas bagi masyarakat umum. Kehadiran ustadzah asal Sukabumi ini diharapkan dapat memberikan tausiyah yang menyejukkan, membangun motivasi spiritual, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Wawan menambahkan, keterlibatan tokoh masyarakat, pejabat daerah, dan penceramah ternama dalam satu panggung menunjukkan komitmen MTsN 3 Garut dalam menghadirkan kegiatan yang inklusif dan edukatif.
”Melalui siraman rohani dari Ustadzah Awit Fitriani serta pemaparan bahaya narkoba dari Pak Tom Maskun, kami berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademis dan bahasa, tetapi juga memiliki akhlak yang kokoh serta terbentengi dari pengaruh negatif lingkungan,” kata Wawan menutup keterangannya. ***



.png)











