GOSIPGARUT.ID — Ironis, dinding sejumlah ruangan di Puskesmas Cisewu, Kabupaten Garut, yang seharusnya bersih dan rapi, justru kotor karena dipenuhi jamur. Selisik punya selisik, penyebabnya ternyata karena dilabur dengan menggunakan cat tembok berkualitas jelek.
Beberapa sumber di lingkungan Puskesmas Cisewu menerangkan, pelaburan dinding sejumlah ruangan di pusat kesehatan masyarakat itu terjadi pada delapan bulan lalu ketika kepala Puskesmasnya dijabat yang kini sudah dimutasikan menjadi Kepala Puskesmas Talegong.
“Waktu itu, entah kenapa, saat melabur sejumlah ruangan — terutama di bagian perawatan, UGD, dan laboratorium — pekerja menggunakan cat tembok berkualitas jelek yang tidak akan bertahan lama. Ketika ditanyakan kepada pekerja, mendapat jawaban bahwa dari pihak manajemen lah yang memberi cat tembok kualitasnya seperti itu,” kata sumber.
Ia menambahkan, pihaknya pernah menyampaikan usulan agar cat tembok yang akan digunakan pada pelaburan sejumlah ruangan di Puskesmas Cisewu yang kualitasnya baik. Namun usulan itu tidak digubris dan pelaburan tetap menggunakan cat tembok kualitas jelek.
“Kami tidak mengerti kenapa waktu itu pihak manajemen Puskesmas tidak mau menggunakan cat tembok bagus, padahal untuk membelinya sangat mampu,” tandas sumber.
Kepala Puskesmas Cisewu, Atep Cahya, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dinding sejumlah ruangan di badan layanan usaha daerah itu dipenuhi jamur dan belum sempat dilabur ulang. Ia berjanji akan segera melaburnya lagi dengan menggunakan cat tembok berkualitas bagus.
“Sebenarnya pelaburan dinding sejumlah ruangan Puskesmas Cisewu sudah diagendakan untuk segera dilakukan. Namun, sehubungan dengan pandemi Covid-19, akhirnya pelaburan dinding tertunda,” ujarnya. (GP)


.png)











