Peristiwa

Pejabat Dinas Pertanian Garut Datang ke Lokasi Banjir Hanya untuk Foto Selfie?

×

Pejabat Dinas Pertanian Garut Datang ke Lokasi Banjir Hanya untuk Foto Selfie?

Sebarkan artikel ini
Lokasi banjir meluapnya air sungai Cikeruh di Kampung Cilegong, Desa Sukalilah, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, pada Minggu (15/03/2020) sore. (Foto: Adam Bagaskara)

GOSIPGARUT.ID — Telah terjadi banjir bandang yang diakibatkan meluapnya air sungai Cikeruh di Kampung Cilegong, Desa Sukalilah, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, pada Minggu (15/03/2020) sore. Pasca terjadinya banjir itu, dilaporkan sejumlah pejabat datang ke lokasi banjir.

Hanya disayangkan, kedatangan pejabat dari Dinas Pertanian Kabupaten Garut ke lokasi banjir itu bukan hanya untuk berempati terhadap korban banjir, melainkan hanya untuk berselfie ria. Melihat ulahnya itu, warga korban banjir hanya mampu mengelus dada.

“Ada datang pejabat cuma ikut masukin kaki ke bekas lumpur terus foto-foto, ambil video. Habis itu pulang saja, bukannya masuk lihat keadaan kami atau beri dukungan moril kek,” kata salah seorang korban banjir kepada Adam Bagaskara, jurnalis GOSIPGARUT.ID, Senin (16/3/2020).

Baca Juga:   Tinjau Lokasi Banjir Cisurupan, Bupati Garut Pastikan Upaya Penanggulangan Berkelanjutan

Korban banjir itu pun mengeluhkan lambatnya bantuan kebutuhan darurat bagi warga terdampak kepada Kepala Desa Sukalilah, Asep Haris, yang juga datang menjenguknya.

Kepada Kades Asep, lagi-lagi korban banjir mengatakan, pasca peristiwa banjir itu banyak pejabat dari Dinas Pertanian Garut yang datang ke lokasi kejadian. Sayangnya mereka hanya menjadikan lokasi dan korban bencana sebagai objek swafoto semata.

“Apa datang ke sini cuma mau swafoto? Pas kita minta bantuan darurat cuma iya iya saja, tapi enggak datang juga,” ujarnya.

Ia menerangkan, untuk membersihkan sisa material lumpur pasca banjir, warga Kampung Cilegong bahu membahu gotong royong tanpa ditunjang bantuan dari pemerintah. “Kami hanya dibantu oleh Babinsa Desa Sukalilah dan seluruh aparatur desa,” ucapnya.

Baca Juga:   1 Caleg dan 2 Petugas KPPS di Tasikmalaya Meninggal Dunia Usai Pemilu

Seperti diketahui, pada Minggu (15/03/2020) sore wilayah Desa Sukalilah diguyur hujan lebat. Walau hanya hitungan jam saja, sungai Cikeruh yang membelah Kampung Cilegong dan Babakan tak mampu menampung debet air yang besar dan datang secara tiba-tiba dari arah Kampung Pelag.

Debit air yang besar dan muncul tiba-tiba itu diduga akibat dari ekplotasi hutan lindung secara membabibuta oleh sekelompok masyarakat penggarap lahan hutan.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Sukalilah Asep Haris, bahwa selama ini Kampung Cilegong menjadi langganan banjir bandang yang datang setiap tahun. “Adapun kaitannya dengan pembenahan, harus terintegrasi. Masyarakat juga harus menyadari terutama yang ada di hulu sungai,” kata dia.

Baca Juga:   Dinas Pertanian Garut Ajak Masyarakat untuk Manfaatkan Halaman Rumah dengan Menanam Pangan

Menurut Asep, ada beberapa dinas yang mesti sinergis bekerja sama dalam pembenahan kawasan hutan di wilayah tersebut. Di antaranya Perum Perhutani, BKSDA, juga BBWS.

“Kalau memang dimungkinkan, kita pindahkan saluran sungai Cikeruh sesuai keinginan air, tetapi harus ada pembenahan dari hulunya juga. Yang terpenting lagi harus ada keseriusan dari Perhutani dan BKSDA memfungsikan hutan sesuai fungsinya,” ujarnya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *