GOSIPGARUT.ID — Ancaman longsor mengintai empat rumah warga di Kampung Genteng, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, setelah pergerakan tanah merobohkan satu rumah pada Senin sore, 17 Agustus 2026. Material longsoran dan puing bangunan kini berada di atas tebing setinggi sekitar 20 meter.
Pergerakan tanah terjadi sekitar pukul 17.00 WIB setelah hujan. Rumah permanen milik Yana yang berdiri di tepi jalan raya roboh setelah tiang penyangga utamanya patah. Bangunan kemudian terperosok ke area lereng.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengatakan struktur tanah yang labil menjadi penyebab utama bangunan kehilangan daya dukung.
“Kejadian disebabkan oleh struktur tanah yang labil. Tiang penyangga utama bangunan patah hingga mengakibatkan rumah milik Bapak Yana roboh,” kata Aah, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sebanyak enam orang dari keluarga Yana terdampak. Mereka telah dievakuasi dan untuk sementara mengungsi di rumah kerabat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Garut juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga terdampak. Namun, bahaya belum sepenuhnya berlalu.
Empat rumah yang berada tepat di bawah tebing kini masuk dalam area rawan. Rumah-rumah itu dihuni Aris, Amun, Supriatna, dan Suryana. Masing-masing keluarga terdiri atas empat jiwa.
BPBD mengkhawatirkan pergerakan tanah kembali terjadi, terutama ketika hujan lebat. Material longsoran dan sisa rumah yang roboh berada di lereng sehingga berpotensi bergerak ke bawah dan mengancam permukiman.
“Kami memberikan imbauan keras kepada pemilik empat rumah di bawah tebing agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat turun atau ketika muncul tanda-tanda pergerakan tanah susulan,” ujar Aah.
Penanganan dan asesmen dilakukan BPBD Garut bersama unsur Kecamatan Banjarwangi, Satpol PP melalui Satlinmas, Pemerintah Desa Tanjungjaya, dan masyarakat.
Warga diminta segera menghindari lokasi jika muncul retakan tanah, pergeseran lereng, atau tanda lain yang menunjukkan adanya pergerakan tanah. Ancaman longsor menjadi perhatian utama karena posisi empat rumah berada tepat di bawah tebing.
Untuk sementara, BPBD memprioritaskan keselamatan warga dan pemantauan kondisi lereng guna mengantisipasi longsor susulan. (Yan AS)



.png)























