Kesehatan

Paramedis PDP Corona di Garut Pakai Jas Hujan, Dinkes Jabar: Akan Dilengkapi

×

Paramedis PDP Corona di Garut Pakai Jas Hujan, Dinkes Jabar: Akan Dilengkapi

Sebarkan artikel ini
Petugas medis menggunakan alat pelindung diri. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Slamet Garut terpaksa menangani pasien dalam pemantauan (PDP) Corona dengan menggunakan jas hujan. Pasalnya stok alat pelindung diri (APD) yang mirip baju astronaut itu habis.

Ketidaktersediaan APD ini juga memaksa petugas evakuasi yang membawa PDP di RSUD Garut ke RSHS, hanya memakai jas hujan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani akan berupaya melengkapi kelengkapan fasilitas kesehatan bagi rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani PDP Corona atau Covid-19.

Ia mengakui harga untuk satu set APD terbilang mahal, berkisar Rp260 ribu – Rp300 ribu per satu setnya. Itu pun hanya bisa sekali pakai.

Baca Juga:   Kasus Covid-19 Menurun, Warga Garut Diminta Tetap Jaga Prokes dan Ikuti Vaksinasi

“Kita akan melengkapi APD buat petugas, karena pengalaman dari Rumah Sakit Kariadi di Jawa Tengah, untuk satu pasien (PDP) Covid-19, memerlukan 20 set pakaian APD setiap harinya, karena itu sekali pakai,” kata Berli di Kantor Disdik Jabar, Selasa (10/3/2020).

Ia mengatakan, saat ini Pemprov Jabar tengah berupaya menggulirkan dana dari APBD untuk melengkapi APD dan peralatan lainnya, terutama bagi rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk menangani PDP atau orang dalam pengawasan (ODP) Corona.

Baca Juga:   Bupati Garut Mengaku Hampir 14 Tahun Derita Diabetes, Maka Tetap Lakukan Ini

“Kita harus melengkapi, mudah-mudahan ini tidak ada lagi kejadian. Tapi ini kita ambil sebagai langkah antisipasi, selain APD kita juga kaan melengkapi perlengkapan di ICU dan isolasi di rumah sakit,” ujar Berli.

Sebelumnya diberitakan, lantaran kehabisan alat pelindung diri (APD), tim evakuasi menggunakan jas hujan saat mengantar pasien yang dirujuk dari RSU dr Slamet Garut ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur RSUD dr. Slamet Garut yang juga merupakan penanggung jawab Tim Penanganan Infeksi Covid-19 Garut dr. Husodo Dewo.

“Kita hanya memiliki stok 20 APD dan sekarang sudah habis setelah menangani pasien berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP),” kata Husodo kepada wartawan, Senin (9/3/2020).

Baca Juga:   Seorang Perempuan PDP Corona Diisolasi di RSUD Dokter Slamet

Menurut dia, dikarenakan tidak tersedianya APD di RSUD dr. Slamet Garut, tim evakuasi menggunakan jas hujan saat merujuk pasien menuju RSHS Bandung. “Memang stok dari supplier APD ini kosong karena tingginya angka permintaan,” katanya.

Kendati demikian, penggunaan jas hujan itu dianggap aman, meskipun tidak seaman menggunakan APD yang semestinya. (dtc)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *