GOSIPGARUT.ID — Aktivis lingkungan di Garut saat ini resah setelah beredar kabar akan ada kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) TS125 yang merupakan pertemuan para pengguna motor berspesifikasi off road di Kawasan Cipanas Garut. Para aktivis lingkungan khawatir, aktivitas off road masuk ke Kawasan Cagar Alam Gunung Guntur mengingat Kawasan Cipanas yang disebut jadi Lokasi kegiatan ada di kaki Gunung Guntur.
Informasi soal kegiatan Jamnas TS125 yang akan dilaksanakan pada tanggal 5-6 September 2026, tersebar melalui akun resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut dengan menampilkan potongan video pernyataan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut yang menyatakan mendukung kegiatan Jamnas TS125 dan mengundang para pengguna motor TS125 datang ke Garut untuk menikmati rek off road yang ada.
Aqoey, anggota Baresan Incu Putu Pangauban (BIPP) — organisasi pegiat lingkungan melihat jika kegiatan dilaksanakan di Cipanas, ada kemungkinan jalur off road yang digunakan adalah di Kawasan Gunung Guntur yang statusnya Kawasan Cagar Alam. “Kalau jalurnya di Gunung Guntur, ini jelas melanggar,” tegas dia.
Aqoey mengingatkan, selain melanggar aturan tentang cagar alam, aturan yang paling baru adalah adanya surat edaran Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi nomor 68/KH.05/DISHUT yang melarang seluruh aktivitas off road di wilayah cagar alam dan hutan lindung di wilayah Jawa Barat.
“Agar semua informasi tentang Jamnas TS ini jelas, kita meminta DPRD Garut turun tangan, panggil Kadisparbud, BKSDA dan panitia dan pastikan kegiatan off road tidak masuk kawasan hutan,” katanya.
Dihubungi terpisah melalui aplikasi pesan, Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika menyampaikan, kegiatan Jamnas TS125 yang akan dilaksanakan di Garut, tidak akan memasuki kawasan cagar alam. “Kalau laporan dari panitia tidak masuk ke Kawasan BKSDA, hanya melintas di batas pinggir kawasan,” jelasnya Kamis (27/8/2026).
Beni menegaskan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, sifatnya hanya menjadi system pendukung dalam kegiatan Jamnas TS125, bukan sebagai penyelenggara kegiatan. “Disparbud hanya support system saja, bukan penyelenggara event,” tegasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Kantor Seksi Wilayah V BBKSDA Jawa Barat, Vitriana Yulalita mengaku belum menerima segala bentuk koordinasi dengan panitia penyelenggara. “Sampai saat ini, belum ada permohonan ijin atau pemberitahuan kepada kami,” katanya, Kamis (27/8/2026).
Justru, menurut Vitri saat ini pihaknya tengah mencoba mencari kontak penyelenggara Jamnas untuk berkoordinasi agar pihaknya bisa memastikan jalur yang akan digunakan dalam acara Jamnas tidak masuk dalam kawasan konservasi.
“Kami ingin mengusulkan pengecekan jalur bersama-sama untuk memastikan tidak masuk dalam kawasan,” katanya. (Ary)



.png)
















